Israel Ketakukan dengan Teror Layangan Berapi Palestina

Israel Ketakukan dengan Teror Layangan Berapi Palestina

TEL AVIV, SENAYANPOST.com – Serangan layang-layang dan balon api membuat Israel ketakutan. Buktninya, mereka meminta milisi menghentikan serangan layangan dan balon itu dan berjanji akan membuka kembali perlintasan dagang satu-satunya di Gaza

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman pada Minggu (22/7) mengatakan mereka akan membuka kembali perbatasan Kerem Shalom dalam waktu beberapa hari jika serangan dihentikan.

Kerem Shalom adalah satu-satunya perlintasan dagang di Gaza yang masih dibuka Israel. Melalui perlintasan ini, Gaza mendapatkan bahan bakar dan barang dagangan dari Mesir.

Selain menutup Kerem Shalom, Israel juga mengurangi luas tangkapan ikan bagi nelayan Gaza dari 17 km menjadi 11 km pada 9 Juli lalu. Pasukan laut Israel telah berjaga, siap menembaki kapal nelayan Gaza yang melanggar batas.

“Warga Gaza harus mengerti, selama masih ada serangan balon dan api di sisi kami, hidup di sisi mereka tidak akan kembali normal,” kata Lieberman, dikutip dari media Haaretz.

Gaza telah diblokade Israel sejak 11 tahun lalu dengan alasan mematikan serangan Hamas. Akibat blokade, perekonomian Gaza anjlok parah. Warga Gaza mengandalkan bantuan asing, maupun hasil bumi dan laut.

Sejak Maret kondisi perbatasan Gaza dan Israel mencekam. Sedikitnya 140 warga Palestina tewas ditembak peluru tajam Israel, lebih dari 200 lainnya terluka.

Rakyat Palestina tidak hanya menyerang dengan batu, tapi juga dengan balon dan layang-layang berpeledak. Dibuat oleh brigadi “Putra Zawari” ratusan layangan dan balon meneror Israel.

Menurut Israel, serangan dengan cara ini telah menyebabkan 750 kebakaran, menghanguskan 2.600 hektare lahan. Israel mengerahkan drone canggih untuk mengalau serangan layangan dan balon dari Gaza.

Namun kondisi pada Sabtu (21/7) cenderung aman setelah diteken kesepakatan antara Hamas dan Israel di Mesir.

“Sabtu adalah hari paling tenang sejak 30 Maret,” kata Lieberman.