Internasional

ISIS Melatih Tentara Anak-anak di Zona Aman

DAMASKUS, SENAYANPOST.com —  ISIS adalah penyakit dunia. Sebagaimana penyakit, sangat sulit bisa melenyapkan dalam kurun tertentu saja. ISIS akan tetap ada dari kurun ke kurun dan kita harus terus menerus mencari jalan pencegahannya.

Meski telah dianggap mati, ternyata ISIS masih terus ada dan bahkan menggalang kekuatan dengan cara melatih anak-anak untuk menjadi tentaranya. Ini terjadi di zona deeskalasi di bawah kontroil koalisi Internasional.

Hal itu mencuat dalam media Arab yang melaporkan kelompok teroris ISIS telah mengatur kembali dan meluncurkan serangan baru terhadap tentara pemerintah Suriah dalam upaya untuk merebut kembali bekas basisnya di al-Mayadeen dan abu-Kamal. Hal itu dilakukan di dalam zona deeskalasi yang berada di bawah kontrol koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS).

Kantor berita berbahasa Arab, al-Manar, mengutip sumber yang berafiliasi dengan oposisi bersenjata pemerintah Suriah melaporkan bahwa ISIS telah kembali melatih anak-anak untuk operasi mematikan di Provinsi Deir al-Zor. Kelompok ini diduga mendapat perlindungan oleh AS dan Pasukan Demokrat Suriah (SDF). ISIS dilaporkan bersiap untuk menyerang tentara Suriah setelah SDF yang didukung AS menyatakan mengakhiri operasi terhadap kelompok teroris, dan setelah militer AS memperluas kehadirannya di wilayah tersebut.

Seperti dikutip Sputnik dari media Arab, Jumat (23/3/2018), ISIS diduga telah mendirikan pangkalan militer untuk melatih apa yang digambarkan sebagai Calon Singa Khalifah di Deir al-Zor, Suriah. Pusat pelatihan untuk tentara anak-anak diduga didirikan di bawah pengawasan mantan komandan pangkalan ISIS di Raqqa, Abu Mohammed al-Fransi. Kelompok ini dikatakan telah merekrut sejumlah besar anak-anak Suriah dan asing untuk melakukan operasi bunuh diri.

Baru-baru ini, pemerintah Suriah menuduh Washington memberikan dukungan untuk ISIS dan kelompok teroris lainnya di negara itu, termasuk intelijen yang memungkinkan para militan untuk menyerang posisi tentara Suriah. Media pemerintah Suriah, seperti kantor berita SANA, juga berulang kali melaporkan bahwa helikopter AS mengevakuasi ekstrimis ISIS dari beberapa daerah di seberang Deir al-Zor, dengan militan yang terluka diduga dikirim untuk menerima bantuan medis dari dokter Medecins Sans Frontieres.

Menurut Damaskus, kekuatan udara AS konon telah digunakan dalam berbagai kesempatan untuk menyelamatkan para pemimpin teroris dari pembunuhan di tangan tentara pemerintah. AS bahkan melancarkan serangan “tak sengaja” terhadap pasukan Suriah ketika mereka menyerang para teroris.

Koalisi anti ISIS pimpinan AS memulai kampanye di Suriah pada tahun 2014 tanpa mandat PBB atau persetujuan pemerintah negara itu. Damaskus telah berulang kali mengecam serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatannya. Damaskus menegaskan kembali bahwa Washington dan sekutunya tidak pernah diundang ke negara itu oleh pemerintah yang diakui secara internasional Presiden Bashar al-Assad. (WW)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close