InternetMedia SosialTeknologi

ISIS Beli Senjata Api Lewat Facebook

Jakarta, CNN Indonesia — Jejaring sosial Facebook dijadikan wadah penjualan senjata api oleh para teroris di negara-negara ISIS. Sebuah penelitian anyar memaparkan, “pasar senjata” secara online dirancang ke dalam grup Facebook yang diatur agar hanya anggotanya saja yang bisa mengakses, alias ‘grup terlarang’.
Diketahui penelitian ini berdasarkan data melalui studi pada penjualan senjata di media sosial di Libya yang dilakukan perusahaan konsultan Armament Research Services, serta laporan New York Times di Suriah, Irak, dan Yaman.
Di grup Facebook tersebut, mereka menjual barang mulai dari pistol, granat, hingga senapan mesin berat, rudal, dan peluru kendali.
Senjata-senjata yang didistribuskan oleh Amerika Serikat kepada pasukan keamanan dan kelompok pemberontak pun tersedia di Facebook.
Di Libya sejak 2014 terdapat 94 aksi pemindahan ilegal rudal, peluncur granat, roket, dan beragam senapan melalui grup Facebook.
Sementara di Irak ada sejumlah grup gelap Facebook yang menjual kembali berbagai senjata yang aslinya disediakan oleh Pentagon untuk pemerintah negara setempat. Ragam senjata tersebut terdiri dari senapan, senapa serbu, dan pistol yang kemungkinan masih memiliki stiker khusus.
Hal serupa juga terjadi di Suriah. Ada satu sampel penjual di Facebook menyediakan nomor teleponnya yang terhubung ke aplikasi WhatsApp. Penjual ini menggunakan dua layanan — Facebook dan WhatsApp — untuk menjual sistem anti-tank missile (ATM) yang tipenya sama dengan apa yang disediakan AS untuk kelompok pemberontak.
Saat si pelaku ditanya oleh New York Times, ia mengklaim telah menjual peluncur rudal dan tidak ingat berapa harga yang dipatok.
Satu hal yang pasti, penjualan senjata adalah aksi yang melanggar kebijakan Facebook yang dibentuk pada Januari.
Meski telah menambah fitur e-commerce dan sistem pembayaran pada aplikasi Messenger, juru bicara Facebook menekankan bahwa “perusahaan secara jelas menyatakan, tidak ada ada situs yang mau memfasilitasi penjualan tertutup senjata api.”
Mengutip Digital Trends, sejak penelitian ini berlangsung, sekitar enam sampai tujuh sampel grup gelap Facebook yang mengoperasikan penjualan ilegal senjata telah diblokir. (eno)
CNN Indonesia

KOMENTAR
Lihat selanjutnya
Close