Isak Tangis Warnai Ibadah Pelepasan Jenazah Glenn Fredly

Isak Tangis Warnai Ibadah Pelepasan Jenazah Glenn Fredly

JAKARTA, SENAYANPOST.com – sebelum dimakamkan, Keluarga melangsungkan Ibadah Pelepasan Jenazah Glenn Fredly di GPIB (Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat) Sumber Kasih, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2020) siang. Ibadah itu disiarkan langsung melalui Instagram Bumi Entertainment.

Dari Instagram Live tersebut, tampak jemaat di GPIB Sumber Kasih duduk berjarak, mengingat saat ini virus corona tengah merajalela dan setiap orang diimbau untuk melakukan social distancing.

Sebelum mulai ibadah, sejumlah orang terdekat Glenn Fredly diberi kesempatan untuk menyampaikan kata sambutan. Mereka satu persatu mengisahkan kenangan masing-masing terkait pelantun lagu Kisah Romantis itu.

Salah satu rekan Glenn Fredly yang berkesempatan menyampaikan sepatah dua patah kata adalah Tompi. Semasa almarhum masih hidup, keduanya memang kerap bekerja bersama dan tergabung dalam grup musik Trio Lestari.

Ketika bicara, Tompi tak kuasa menahan air mata. Tangis penyanyi berusia 41 tahun itu pun pecah ketika mengenang sosok Glenn Fredly.

“Sejak semalam, saya mencari tahu apa yang salah. Ini orang terlalu baik, selalu memikirkan orang lain lebih dulu dibanding dirinya. Waktu dia sakit, dia bilang ke saya, ‘Tolong jangan kasih tahu siapa-siapa dulu.’ Dia enggak mau orang lain repot, sementara setiap teman-temannya butuh, dia yang paling repot,” ungkap Tompi dengan air mata yang terus menetes.

Ibadah Pelepasan Jenazah diisi dengan kotbah dari pendeta hingga puji-pujian yang dilantunkan para jemaat. Saat nyanyian pujian terdengar, Mutia Ayu tampak duduk di sisi peti jenazah Glenn Fredly.

Ia mengenakan pakaian putih dan masker. Dari kejauhan, Mutia Ayu terlihat begitu berduka. Seorang kerabat berupaya menguatkannya dengan menopangkan tangan di bahu pedangdut berusia 25 tahun itu.

Dari sejumlah foto yang beredar, Mutia Ayu juga tampak membawa Gewa Atlana Syamayim Latuihamallo, buah hati hasil perkawinannya dengan Glenn Fredly, ke Ibadah Pelepasan Jenazah.

Usai puji-pujian dilantunkan, keluarga dan teman-teman terdekat kemudian diberi kesempatan oleh pendeta untuk memberikan penghormatan terakhir.

Pada momen itu, terdengar suara tangis dari jemaat yang mengikuti ibadah itu. Semua orang di dalam gereja seolah tenggelam dalam kesedihan.

Suasana begitu haru nan syahdu. Terlebih, The Bakuucakar mengiringinya dengan alunan musik salah satu lagu hit Glenn Fredly, Kasih Putih. Salah satu personelnya sempat ikut tak kuasa menahan tangis.

Lama-kelamaan, para jemaat turut menyanyikan lagu tersebut. Mereka berupaya tegar meski baru saja kehilangan orang yang begitu dicintai.

Glenn Fredly setelah ini akan diantar ke tempat peristirahatan terakhirnya. Rencananya, jenazah pelantun My Everything tersebut hendak dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Pemmilik nama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo itu meninggal dunia pada usia 44 tahun. Ia mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Setia Mitra, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/4) pukul 18.47 WIB.

Sebelum meninggal, Glenn Fredly mengidap meningitis dan sempat drop selama tiga hari saat dirawat di rumah sakit. Ia meninggalkan seorang istri, pedangdut Mutia Ayu, dan anak bernama Gewa Atlana Syamayim Latuihamallo.