IPO GoTo Dikabarkan Mundur ke Tahun Depan

IPO GoTo Dikabarkan Mundur ke Tahun Depan
GoTo

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Rencana perusahaan teknologi Indonesia GoTo melantai di pasar modal dikabarkan mundur ke tahun depan. Semula, perusahaan menargetkan dapat melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) tahun ini.

Melansir Reuters, Senin (23/8), tiga sumber mengkonfirmasi kemunduran rencana IPO tersebut. Molornya rencana tersebut lantaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempertimbangkan pedoman pencatatan baru bagi perusahaan teknologi yang menggunakan Dual Class Shares (DCS) dengan skema multiple voting shares.

Mengutip berbagai sumber, DCS merupakan struktur permodalan saham kelas ganda yang melibatkan paling sedikit dua klasifikasi saham berbeda. Sedangkan, multiple voting shares adalah suatu jenis saham yang memiliki lebih dari satu hak suara untuk tiap lembar sahamnya.

Juru bicara GoTo dan pihak OJK menolak memberikan komentar kepada Reuters mengenai informasi tersebut. Meski rencana IPO berpotensi molor, perusahaan hasil kolaborasi Gojek-Tokopedia akan menyelesaikan program pendanaan pre-IPO exercise. Program tersebut ditargetkan menghasilkan pendanaan hingga US$2 miliar.

Menanggapi kabar tersebut, Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengungkapkan IPO merupakan salah satu opsi untuk mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan secara berkelanjutan. Ia menyatakan setiap aksi korporasi GoTo akan senantiasa mengikuti dan mematuhi aturan yang berlaku di Indonesia.

Baca Juga

"Kami menghimbau seluruh pihak untuk dapat memfilter informasi yang beredar di publik, untuk meminimalisir terbentuknya pemahaman yang sifatnya spekulatif dan tidak berasal dari sumber resmi perusahaan," ujar Nita kepada CNNIndonesia.com.

Seperti diketahui, kolaborasi dua perusahaan teknologi Indonesia itu diumumkan pada pertengahan Mei 2021 lalu. Usai merger, rencananya GoTo akan melantai di bursa saham.

"Kami ada rencana melantai di bursa dalam waktu dekat, kami harap masyarakat mendukung. Tapi untuk (waktu pasti) itu mungkin tunggu tanggal mainnya, kita tunggu dalam waktu dekat," ujar Co-Founder dan CEO Gojek Kevin Aluwi di Today Power Lunch CNBC Indonesia, Selasa (18/5).

SoftBank asal Jepang dan Alibaba dari China menjadi dua perusahaan yang menguasai kepemilikan saham terbesar Grup GoTo. Softbank menggenggam 15,3 persen saham GoTo, sementara Alibaba 12,6 persen.