iPhone Tanpa Charger Mampu Menghemat 861 Ribu Ton Logam

iPhone Tanpa Charger Mampu Menghemat 861 Ribu Ton Logam
iPhone

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Perusahaan teknologi Apple mengklaim keputusannya untuk menjual iPhone 12 tanpa adaptor pengisi daya atau charger akan menghemat 861 ribu ton tembaga, seng, dan timah. Kemasan yang lebih kecil juga memungkinkan perusahaan untuk mengirimkan perangkat dengan lebih efisien.

Klaim tersebut dilaporkan dalam Laporan Kemajuan Lingkungan 2021, yang mencakup tahun fiskal 2020. Tahun lalu, Apple mengurangi emisi CO2 dari 25,1 juta ton pada 2019 menjadi 22,6 juta. Perusahaan juga memangkas penggunaan energi sebesar 13,9 juta kWh. 

"Sebagai perusahaan, kami bergerak maju dengan urgensi yang lebih besar dari sebelumnya. Untuk menciptakan masa depan yang lebih kuat dan sehat bagi planet kita," kata Lisa Jackson, wakil presiden inisiatif lingkungan, kebijakan dan sosial Apple dalam surat pembukaan laporan tersebut.

Pada tahun 2020, tertulis dalam laporan, Apple telah melakukan kemajuan nyata dalam perjuangan melawan perubahan iklim, dan mendapatkan status netral karbon untuk operasinya di seluruh dunia, serta berkomitmen netral karbon pada tahun 2030 untuk keseluruhannya—dari rantai pasokan hingga penggunaan produk yang dibuat.

Produk yang sama sekarang menggunakan lebih banyak bahan daur ulang dibanding sebelumnya, seperti 40 persen konten daur ulang di MacBook Air dengan layar Retina. “Dan 99 persen tungsten atau logam daur ulang,” ujar Jackson.

Laporan itu juga mencatat pekerjaan yang dilakukan di Lab Pemulihan Material Apple di Texas, Amerika Serikat, untuk memulihkan materi seperti unsur tanah jarang, baja, dan tungsten dari iPhone daur ulang. 

Apple mengatakan bahwa satu metrik ton komponen yang dikeluarkan robot pembongkaran Daisy dari iPhone memiliki emas dan tembaga sebanyak 150 metrik ton bijih yang ditambang.

Selain itu, chip M1 Apple dirancang agar lebih hemat daya, dan perusahaan mengatakan menggunakan prosesor di Mac Mini dapat mengurangi jejak karbon keseluruhan sistem sebesar 34 persen. Sementara itu, sebagian karena beralih ke adaptor daya yang lebih hemat energi, iPad generasi 8 membutuhkan energi 66 persen lebih sedikit daripada persyaratan peringkat Energy Star, klaim Apple.

Selama 12 tahun terakhir, merek berlogo apel kroak itu telah mengurangi penggunaan energi rata-rata dalam produknya hingga lebih dari 70 persen. Upaya tersebut meluas ke rantai pasokan Apple, di mana lebih dari 110 pemasok telah berkomitmen untuk menggunakan energi bersih.

Hingga Desember 2020, lebih dari 90 persen telah memasang teknologi untuk mengurangi emisi F-GHG yang terkait dengan perakitan panel display hingga lebih dari 90 persen. Laporan tersebut menyentuh beberapa inisiatif yang sudah dikenal, seperti yang dimiliki pusat data Apple jangka panjang yang sepenuhnya menggunakan listrik terbarukan dan investasi baru-baru ini sebesar US$ 200 juta untuk menghilangkan CO2 dari atmosfer melalui penangkapan karbon.