Ekonomi

Investasi Tumbuh saat Suku Bunga Naik, BI: Perekonomian Indonesia Kuat

SOLO, SENAYANPOST.com – Bank Indonesia (BI) baru saja menaikkan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps dari 5,75% menjadi 6%. Itu artinya BI sudah menaikkan suku bunga acuan di tahun ini sebanyak 175 bps.

BI meyakini kenaikan ini tidak akan menekan laju investasi dan memengaruhi pertumbuhan ekonomi seperti yang sudah diproyeksikan.

“Meskipun telah mengalami kenaikan 150 bps, ditambah lagi 25 bps yang kemarin, ekonomi kita masih bisa tumbuh di kisaran 5 persen. Proyeksi kita sampai akhir tahun, pertumbuhannya masih di kisaran 5,2 persen. Apa pendorongnya? Kita masih melihat konsumsi dan investasi. Domestic demand masih tumbuh sampai di kisaran 6 persen di 2018 ini,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, di Solo, Sabtu (17/11/2018).

Dody menegaskan, masih tumbuhnya investasi di tengah kenaikan suku bunga acuan menunjukkan perekonomian Indonesia saat ini masih masih cukup kuat.

“Dengan suku bunga yang cukup tinggi kita naikkan, investasi masih bisa tumbuh, khususnya yang berada di infrastruktur sebagai program pemerintah. Yang non bangunan juga masih cukup tumbuh karena memang didorong dari harga komoditi yang masih positif untuk mendorong investasi,” paparnya.

Dody menambahkan, kebijakan moneter untuk sementara ini tidak diarahkan kepada inflasi, melainkan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang menjadi sumber suku bunga.

“Kita masih yakin inflasi tahun ini sekitar 3,2-3,3%, jadi tidak ada isu soal inflasi,” ujar dia.

Untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi di tahun depan, Dody menilai hal itu masih sangat bergantung pada bagaimana gambaran eksternal ke depan. Nilai tukar rupiah juga masih akan bergantung pada kondisi eksternal.

Yang terpenting menurut Dody, BI akan terus berupaya menstabilkan nilai tukar rupiah, menjaganya dalam batas fundamental.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close