Insyaflah para Pendamba UUD 1945 Asli

Insyaflah para Pendamba UUD 1945 Asli
Arbi Sanit

Oleh: Arbi Sanit

PERINGATAN bagi para pendamba dan pejuang UUD 1945 asli yang terbukti digunakan untuk mendirikan pemerintahan otoriter oleh rejim Orde Lama (Demokrasi Terpimpin) dan Orde Baru (Demokrasi Pancasila); pejuang negara Komunis (PKI) dan negara Islam (DI/TII) yang masing-masing memberontak di Madiun dan Aceh; para pengagum penguasa diktatur sipil-militer (Orde Lama) dan diktatur militer (Orde Baru); para penafsir  liar Pancasila; dan pencinta kerajaan budaya; serta pencinta sentralisme kekuasaan negara yang anti demokrasi: (HAM, kebebasan); bahwa semuanya itu telah terbukti gagal dan menyisakan masalah dendam.

Bukti sejarah lebih tujuh dekade merdeka, sebaliknya menunjukkan kebenaran tiga institusi atau konsepsi bernegara, yakni Pancasila, Negara Kesatuan dan Negara Republik yang saling melandasi, sehingga tidak diperlukan untuk mencari-cari dalih. 

Republik memastikan Pancasila dan Negara Kesatuan bermakna Demokrasi. Negara Kesatuan memastikan Pancasila dan Demokrasi tidak buyar oleh tradisi primordial dan hak individu dan kelompok. 

Dan Republik memastikan kedaulatan adalah milik rakyat yang berhak menentukan penafsiran dan penerapan Pancasila dan Negara Kesatuan. 

Adalah menghemat energi masyarakat-bangsa-negara, bila berdasar tiga konsepsi/institusi bernegara  tersebut, segala pikiran dan langkah, difokuskan untuk memperbaiki kelemahan selama ini, sambil menciptakan pembaruan menuju masa depan yang lebih baik. 

Jadi, insyaflah  bahwa kita telah punya landasan konsepsi atau institusi bagi memoderenkan dan membesarkan negara ini, tinggal memanfaatkannya secara inovatif dan optimal, menggunakan rasio dan akal sehat secara bijak dan cerdas. (*)


Prof. Arbi Sanit, Guru Besar FISIP Universitas Indonesia.