Media SosialTeknologi

Instagram diretas oleh bocah 10 tahun

 

Dave Lee Reporter teknologi Amerika Utara

Seorang anak berusia 10 tahun bernama Jani dari Finlandia telah diberi uang $10,000 atau Rp132,5 juta setelah dia menemukan kekurangan dalam pengamanan jejaring media sosial Instagram.

Anak laki-laki ini, yang secara teknis tidak diijinkan untuk memiliki akun situs ini untuk tiga tahun mendatang, menemukan sebuah bug (kesalahan akibat ketidaksempurnaan desain) yang memungkinkan dia menghapus komentar yang dibuat oleh pengguna lain.

Masalah ini dengan “cepat” diperbaiki setelah ditemukan, demikian keterangan Facebook, perusahaan media sosial yang memiliki Instagram.

Jani kemudian dibayar – yang membuat dia sebagai anak yang termuda yang pernah menerima hadiah atas penemuan bug ini.

Setelah menemukan kekurangan itu pada Februari, dia mengirim email ke Facebook.

Beli sepeda dan peralatan sepak bola

Sejumlah ahli teknik keamanan di perusahaan itu telah membuat akun uji coba kepada Jani untuk membuktikan teorinya – dan dia dapat melakukannya.

Anak laki-laki ini, dari Helsinki, mengatakan kepada koran Finlandia Iltalehti, dia berencana untuk menggunakan uang itu untuk membeli sepeda baru, peralatan sepak bola dan komputer untuk saudara laki-lakinya.

Facebook mengatakan kepada BBC, telah membayar $4.3 juta sebagai hadiah bagi yang menemukan bug sejak 2011.

Banyak perusahaan menawarkan sebuah insentif keuangan bagi profesional keamanan – dan anak-anak muda, yang menyampaikan kekurangan itu kepada perusahaan, dibandingkan menjualnya ke pasar gelap.

Sumber:

http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160503_majalah_anak_instagram

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close