Ekonomi

Insentif Menurun, Ratusan Sopir Grab Mogok Kerja

TULUNGAGUNG, SENAYANPOST.com – Ratusan mitra kerja layanan jasa angkutan daring untuk jenis roda empat, Grabcar, di wilayah Tulungagung, melakukan aksi mogok kerja masal sebagai protes atas penurunan insentif sepihak oleh manajemen.

Gerakan mogok kerja sehari disuarakan komunitas driver (sopir) online mulai tersebar sejak Sabtu (11/8/2018) sore dan terus tersebar hingga Minggu (12/8/2018).

Dalam pesan berantai yang disebar melalui jaringan komunikasi WhatsApp, pihak yang mengatasnamakan sebagai perwakilan mitra driver online seluruh Indonesia menyerukan ajakan kepada seluruh mitra driver online di daerah-daerah untuk mematikan aplikasi driver online se-Indonesia.

Pemberitahuan mogok jasa layanan angkutan daring disebut berlaku pada Minggu (12/8/2018), mulai pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB.

“Ya, mayoritas mitra driver online di Tulungagung hari ini ikut aksi mogok, sesuai gerakan yang digalang kawan-kawan driver online di daerah-daerah lain termasuk Surabaya dan Jakarta,” kata pengurus paguyuban Driver Online Tulungagung (DoTag) Afanny Rachmadiansyah, Minggu (12/8/2018).

Saat dicek di aplikasi layanan Grab untuk konsumen/pengguna jasa, memang masih ada dua hingga empat (2-4) kendaraan yang terpantau aktif beroperasi.

Namun menurut Afanny dan mitra driver online Grabcar yang beroperasi di Tulungagung, jumlah itu jauh di bawah jumlah driver grab setempat yang mencapai 300-orang lebih.

“Gerakan ini bersifat sukarela, bentuk solidaritas sekaligus protes kami bersama atas kebijakan sepihak manajemen Grab yang menurunkan insentif sepihak. Kami tentu tidak bisa memaksakan kehendak bagi yang tetap aktif karena ini menyangkut urusan perut dan kebutuhan lainnya personal driver,” kata Fanny.

Mayoritas mitra driver jasa layanan daring Grab di Tulungagung mengaku kecewa dan dirugikan oleh kebijakan manajemen Grab yang menurunkan sepihak nilai insentif untuk mitra driver.

Jika dulu saat awal dibukanya jaringan layanan Grab di Tulungagung satu mitra driver bisa mendapat penghasilan rata-rata Rp8 juta hingga Rp12 juta/bulan, kini untuk mencapai penghasilan Rp4 juta/bulan harus kerja ekstra dari pagi hingga malam (pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB) dengan target 15 jasa tarikan. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close