BUMN

Ini Strategi Penyelamatan Krakatau Steel yang Sekarat

JAKARTA, SENAYANPOST.com – PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) terus berupaya melakukan restrukturisasi bisnis untuk menyelamatkan kinerja perusahaan yang terus memburuk.

Salah satunya, PT Inalum (Persero) akan memasukan KRAS ke dalam holding BUMN pertambangan sehingga bisa membantu KRAS menyehatkan keuangannya.

Silmy Karim, Direktur Utama Krakatau Steel mengatakan bergabungnya KRAS dalam skema holding tambang masih terus berjalan. Tetapi untuk saat ini KRAS akan memprioritaskan penyelesaian restrukturisasi utangnya terlebih dulu.

“Restrukturisasi bank sudah berjalan, sedang finalisasi untuk tandatangan perjanjian kredit dalam rangka restrukturisasi,” kata Silmy.

Setelah tertunda lama akhirnya proyek pembangunan blast furnace Krakatau Steel telah membuahkan hasil. Produk blast furnace yang berupa hot metal (baja cair panas) telah mengalir dan mampu menurunkan konsumsi listrik dan elektroda pada proses selanjutnya di pabrik slab baja.

Tepat di hari ulang tahunnya ke-49, produksi perdana baja gulungan canai panas (hot rolled coil/HRC) dilaksanakan dari hasil produk pabrik peleburan baja terbarunya, blast furnace.

HRC yang diproduksi di fasilitas Hot Strip Mill ini memiliki kualitas free good atau prime, sehingga memenuhi spesifikasi baja komersial.

“Dengan menggunakan input-an baja cair dari blast furnace, kami mampu menurunkan konsumsi penggunaan listrik dan elektroda. Konsumsi listrik bisa kami turunkan hingga sekitar 30%,” ujar Silmy.

Menurutnya proses penyelamatan KRAS membutuhkan paling sedikit dua tahun. Silmy menambahkan proses penyehatan bisa lebih cepat bila produk baja KRAS punya kualitas yang dapat berkompetisi dengan baik, dengan catatan iklim tata niaga baja yang sehat dapat diciptakan di pasar dalam negeri. (AR)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close