NasionalPeristiwa

Ini Postingan Istri Dandim Kendari yang Nyiyir Wiranto di Medsos

JAKARTA, SENAYANPOST.com – KASAD Jenderal Andika Perkasa memberikan sanksi kepada dua anggota TNI AD karena istri mereka memposting soal penusukan Menko Polhukam Wiranto di media sosial.

“Sehubungan dengan beredarnya postingan di sosial media menyangkut insiden yang dialami oleh Menko Polhukam, maka Angkatan Darat telah mengambil keputusan. Pertama kepada individu yang juga merupakan istri dari anggota TNI AD, yang pertama berinisial IPDN, dan yang kedua adalah LZ,” kata Andika di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10).

IPDN merupakan istri dari Komandan Kodim Kendari, Kolenel HS. Sedangkan LZ istri dari Sersan Dua inisial Z. Kedua orang itu diarahkan ke ranah peradilan umum.

Komandan Kodim Kendari, Kolenel HS dicopot dari jabatannya dan ditahan 14 karena karena postingan istri. Istrinya membuat postingan nyinyir di media sosial terkait Menko Polhukam Wiranto.

Ditelusuri pada Jumat (11/10/2019), akun Facebook istri Kolonel HS yang bernama Irma Zulkifli Nasution sudah tidak ditemukan. Namun foto tangkapan layarnya sudah beredar.

Ada dua tangkapan layar status Facebook yang beredar. Postingan pertama tertulis ‘Jangan cemen pak,…Kejadianmu tak sebanding dengan berjuta nyawa yg melayang.

Postingan kedua, tertulis ‘Teringat kasus pak setnov,.. bersambung rupanya, pake pemeran pengganti. Tidak ada kata menyebut nama Wiranto di dua postingan itu.

Andika mengatakan pihaknya menindak suami keduanya. Kolonel HS dan Sersan Dua Z disebut telah memenuhi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 yaitu hukum disiplin militer.

“Sehingga konsekuensinya kepada Kolonel HS tadi sudah saya tandatangani surat perintah melepas dari jabatannya dan akan ditambah dengan hukuman disiplin militer berupa penahanan selama 14 hari, penahanan ringan selama 14 hari,” ujarnya.

“Begitu juga dengan Sersan Z, telah dilakukan surat perintah melepas dari jabatannya dan kemudian menjalani proses hukuman disiplin militer,” ujarnya. (AR)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close