Olahraga

Ini Pertarungan Paling Bahaya The Undertaker Sebelum Pensiun

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Bintang WWE The Undertaker yang kini berusia 53 tahun, mengatakan dirinya pensiun dan tak ingin kembali lagi ke atas ring dalam episode akhir dokementernya yakni The Last Ride.

Pegulat ini menyebut, meskipun memutuskan pensiun, namun dirinya mungkin akan kembali jika saja ada keadaan khusus atau sang bos, Vince McMahon dalam keadaan sulit.

The Undertaker merasa, kini tak ada lagi yang ingin dicapai usai berkarier selama tiga dekade di ajang gulat tersebut.

“Aku ada di titik di mana koboi ini benar-benar pergi. Tak ada yang ingin aku kuasai atau capai. Permainan sudah berubah dan ini waktunya orang-orang baru. Sepertinya ini waktu yang tepat (pensiun),” tuturnya.

Pria pemilik nama asli Mark Calaway itu memang sempat mengeluhkan jika pertandingan mulai berubah karena adanya pandemi Corona dan para pegulat pun terpaksa bekerja dengan cara baru sebagaimana regulasi kesehatan.

Selain itu The Undertaker juga menceritakan salah satu pertandingan yang dianggapnya paling berbahaya selama berkarier di WWE. Hal itu terjadi saat dirinya bertanding dengan Goldberg pada akhir Juni tahun lalu.

Keduanya sama-sama sudah tak muda lagi (Goldberg berusia 51, The Undertaker 55 tahun) namun mereka tampil prima di atas ring. Pertandingan tersebut berjalan selama 9 menit dan ketegangan benar-benar dirasakan para fans.

Mereka khawatir dengan kesehatan kedua bintang tersebut yang mungkin saja bisa direnggut karena pertandingan itu. Bahkan pada akhir pertandingan The Undertaker mungkin saja membuat leher Goldberg patah karena gerakan andalannya yang tak berjalan semestinya.

Saat melakukan Tombstone Piledriver, kepada Goldberg harusnya diapit di paha The Undertaker. Namun kala itu kepalanya justru lepas dan membuatnya tak sadarkan diri saat kepalanya menyentuh ring.

The Undertaker pun mengakui jika kesalahan tersebut membuat Goldberg cedera kepala dan merasa bersalah kepada rekannya itu. (Jo)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close