Hukum

Ini Pengakuan Susi Ferawati, Korban Intimidasi di CFD

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Susi Ferawati, korban dugaan intimidasi oleh sekelompok orang yang memakai kaus #2019GantiPresiden di arena car free day (CFD) melapor ke Polda Metro Jaya, Senin (30/4).

Fera melaporkan pria yang dianggap melakukan intimidasi saat berada di CFD dan pegiat media sosial Mustofa Nahrawardaya, pemilik akun Twitter @netizentofa.

Setelah melapor, Fera mengungkap detik-detik momen yang disebut sebagai bentuk intimidasi itu. Awalnya, Fera berjalan bersama rombongan dari Monas ke Bundaran HI. #DiaSibukKerja merupakan tagar bentuk dukungan untuk Presiden Jokowi.

Saat dalam perjalanan, putra Fera ingin pergi ke toilet. Fera lalu mengantar anaknya itu ke toilet di Hotel Pullman. “Anak saya diantar dulu ke sana sekitar 10-15 menit,” kata Fera.

Saat keduanya keluar, rombongan telah berpencar. Akhirnya Fera bersama anaknya jalan santai dan terpisah dari rombongan.

Setelah itu, dia berfoto dengan anak dan teman-temannya di CFD. Namun tiba-tiba dia dihadang oleh sekelompok orang yang memakai kaus #2019GantiPresiden di dekat Hotel Kempinski.

“Saat itulah saya dihadang di depan Kempinski itu sama orang-orang pakai kaus #2019GantiPresiden itu, ada ibu-ibu juga yang berjilbab, ditanyalah, diolok-oloklah, olok-oloknya tahu kan, cebonglah, apa,” ujar Fera.

Fera mengaku mendapatkan perlakuan intimidatif dari kelompok tersebut. Bahkan dia sempat disebut ‘babu’ oleh orang-orang tersebut.

“‘Bayar Bu ya, nasi bungkus ya, nasi bungkus… nasi bungkus…. Dasar enggak punya duit.’ Karena kita pakai kaus tagline ‘dia sibuk kerja’, kita dikatain, ‘Dasar lu kerja mulu, lu kayak babu,'” kata Fera.

Tak berhenti di situ, Fera menyebut ada salah seorang pria yang memicu keributan itu. Dia bahkan meneriaki Fera dengan kata-kata yang tidak pantas.

“Ada bapak-bapak gendut makai kaus biru, agak hitam, saya lupa, yang memicu saya dia teriak kenceng banget di telinga saya itu, mohon maaf nih ya, ‘begok lu’, kayak gitu, kenceng itu, yang memicu saya untuk melawan mereka,” kata Fera.

Selain itu, Fera mengaku memakai baju #DiaSibukKerja atas inisiatif sendiri. Dia merupakan simpatisan Joko Widodo.

“Memang kita ada koordinasi. Kita memang ada rencana kumpul, jalan santai, yuk. Kayak gitu. Dari Monas, Patung Kuda, ke sana hanya muter aja pemberhentian di Thamrin,” imbuhnya.

Fera mengatakan anaknya begitu takut dan menangis. “Ya ketakutan, Mas. Sangat ketakutan. Jadi itu anak saya itu nangis kejer banget. Sampai anak saya itu katanya juga mukul bapak-bapak itu. ‘Jangan ganggu Mama.’ Ngebelain mamanya. Takut kalau mamanya dipukulin. Namanya juga anak laki-laki, ya,” ucap Fera.

Dalam pelaporan ini, Fera didampingi Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Al-Aidid. Muannas mengatakan, dalam laporan ini, Fera juga mempolisikan Mustofa Nahra.

“Itu kalau @NetizenTofa karena dia menyebarkan Twitter yang intinya, kata-katanya itu adalah ‘ibunya harus paham situasinya kalau nggak mau ribut, copot kausnya biar anaknya tenang’. Itu masih ada tweet-nya,” kata Muannas.

Mustofa mengatakan cuitan itu bukan bermaksud melecehkan Fera. Dia mengatakan Fera menggunakan dua kaus dalam acara tersebut. Satu kaus yang dipersoalkan adalah kaus putih bertagar #DiaSibukBekerja.

“Jadi itu cara saya. Sebagai saran saya yang memiliki ibu, ibu yang baik harus melindungi anaknya, apalagi tempat itu sangat rawan bentrok. Penyebabnya kaus, kan dia pakai kaus dobel dan yang dipakai itu berbahaya,” kata Mustofa.

“Maksud dicopot juga bukan dipakai seperti itu. Kausnya yang berbahaya karena tulisannya yang berbeda dari lingkungan yang dia masuki. Orang yang pakai kaus #2019GantiPresiden saja enggak berani pakai kaus itu ke tempat mereka,” ujarnya.

Mustofa meyakini laporan Fera tersebut tidak akan ditindaklanjuti oleh polisi. Sebab, itu tidak memenuhi tuduhan intimidasi ataupun pelecehan.

“Saya yakin laporannya juga diabaikan polisi. Nggak masuk itu. Demi kebaikan ibu itu, ancaman nggak ada. Itu demi kebaikan dia dan anaknya,” jelasnya.

Sedangkan pria yang dilaporkan dengan tuduhan mengintimidasi belum bisa dimintai konfirmasi mengenai pelaporan ini. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close