Ini Nama-nama Artis dan Politisi yang Gagal Maju Pilkada 2020

Ini Nama-nama Artis dan Politisi yang Gagal Maju Pilkada 2020
Pasha Ungu

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah atau Pilkada 2020 telah berakhir pada Sabtu, 5 September 2020 lalu. 

Tidak hanya para politisi tanah air, tetapi para artis Indonesia pun ikut meramaikan Pilkada tahun ni, mulai dari Sahrul Gunawan, Adly Fairuz, Lucky Hakim, dan deretan artis ternama lainnya.

Namun, dari nama-nama artis yang ikut mendaftar tadi ternyata ada deretan nama artis yang justru malah gagal maju di Pilkada tahun ini. Hal tersebut dikarena ada beberapa syarat dan tidak adanya partai politik yang mengusung mereka.

Lalu siapa sajakah, nama-nama besar yang gagal maju dalam pilkada 2020 ini. Berikut ini beberapa nama seperti dikutip RRI:

1. Aldy Taher

Artis Aldi Taher harus menelan pil pahit karena ia dinyatakan gagal ikut pemilihan kepala daerah atau Pilkada  2020. Namun, pria 36 tahun itu kini mengaku telah menjadi Presiden.

Aldi gagal melangkah dalam kontestasi dua Pilkada, yaitu di Pilkada Sumatera Barat (Sumbar) dan Sulawesi Tengah (Sulteng). Ia maju di Pilkada Sumatera Barat lewat bendera Partai Golkar, PKB dan Nasdem, namun belakangan, koalisi partai itu berbalik arah dengan mengangkat pasangan Fakhrizal-Genius Umar sebagai calon kontestan Pilkada Sumbar 2020.

Coba-cobanya kemudian beralih ke Sulawesi Tengah. Setelah berjalannya waktu tak ada satu pun partai yang ingin Aldi Taher mencadi kontestan mereka di Pilkada Sulteng. Kualifikasi Aldi maju menjadi calon independen juga tak terpenuhi sehingga ia harus balik ke aktivitasnya seperti biasa.

Sebelumnya diketahui bahwa Aldy sempat menyuarakan dirinya maju dalam pilkada 2020 bersamaan dengan pasangannya Rusli yang sempat ia unggah melalui unggahan videonya beberapa waktu lalu. Dalam video tersebut dirinya sempat mengaku mendapat dukungan dari sejumlah partai yakni Golkar dan PAN.

2. Pasha Ungu

Sudah lama Pasha Ungu meninggalkan gemerlap panggung dunia hiburan. Pasalnya, Pasha Ungu harus menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu.

Baru-baru ini, kabar tidak menyenangkan datang dari Pasha Ungu terkait pencalonannya sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Tengah gagal.

Kegagalan Pasha untuk maju sebagai calon Wakil Gubernur di Pilgub Sulteng terkuak, saat Partai Demokrat memutuskan mengusung Rusdi-Masmun. Kegagalan itu lantaran Demokrat kekurangan 2 kursi di DPRD Sulteng untuk mengusung Anwar Hafid dan Pasha.

Untuk diketahui, untuk mengusung pasangan calon, parpol pengusung harus memiliki 9 kursi di DPRD. Sedangkan, parpol pengusung Anwar Hafid-Pasha Ungu hanya memiliki 7 kursi yaitu, Demokrat 4 kursi, PAN 2 kursi, dan PPP 1 kursi.

Tak cukup kursi, Demokrat pun mengalihkan dukungan. Demokrat, PAN dan PPP memutuskan melabuhkan dukungannya ke pasangan Rusdi-Ma'mun yang sebelumnya telah diusung 7 parpol.

3. Ramzi

Sebelumnya terdengar kabar jika presenter kondang Ramzi ikut turut meramaikan Pilkada 2020. Ramzi juga sempat menyatakan jika dirinya turun dalam dunia politik merupakan keputusannya mencoba dunia politik murni karena ketertarikannya dengan perkembangan dunia politik.

Ramzi juga sempat berharap bisa mendapat amanah dari warga Tangsel untuk menjalankan roda pemerintahan bersama Ir Kemal Pasya. Namun alih-alih kalah dengan para lawannya di Pilkada Tangsel nama Ramzi-Kemal gagal maju dalam pilkada tersebut.

Diketahui, bahwa Kemal-Ramzi bersaing dengan Siti Nur Azizah-Ruhamaben, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichan, dan Rahayu Saraswati-Muhamad. 

Siti Nur Azizah, Pilar Saga Ichan, dan Rahayu Saraswati merupakan anggota keluarga elite politik yang akan meramaikan Pilkada Tangsel 2020. Siti Nur Azizah merupakan putri dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Sementara itu Pilar Saga Ichan merepresantikan dinasti politik Banten karena merupakan anak dari Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah. Nama terakhir, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau Sara dikenal sebagai keponakan dari Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.

4. Anton Supriyadi 

Anton Supriyadi gagal maju menjadi bakal calon bupati Gunungkidul melalui jalur Independen hari ini, Senin (7/9/2020), Tak hanya itu, ia juga tercatat bukan lagi sebagai anggota DPRD Gunungkidul.

Sebab, hari ini terjadi Pergantian Antar Waktu (PAW), di mana posisinya telah digantikan Umiyati, caleg Dapil 3 dari Partai Nasdem, yang perolehan suaranya di bawah Anton.

Ketua DPRD Gunungkidul Endah Surbekti Kuntariningsih mengatakan, PAW yang dilakukan kali ini telah melalui proses mekanisme yang berlaku menurut Undang-Undang. PAW tersebut juga telah mendapatkan persetujuan dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X sebelum akhirnya dilantik anggota yang baru.

5. Hafiz Fattah

Ketua PAN Batanghari, Hafiz Fattah batal mencalonkan diri sebagai bakal calon Bupati Batanghari. Ia merupakan anak bungsu mendiang Abdul Fattah, mantan bupati Batanghari. 

Ia kemudian digantikan oleh kakaknya, dr M Firdaus yang kemudian maju mencalonkan diri bakal calon bupati di Batanghari. dr M Firdaus berpasangan dengan Camelia Puji Astuti dan didukung PAN, Demokrat dan PKS. 

Camelia Puji Astuti sendiri adalah putri dari mantan bupati Batanghari Hasip Kalimudin Syam. Padahal Hafiz Fattah sudah 14 bulan berkeliling, untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Bahkan masyarakat telah banyak memberi dukungan. 

Tersirat kabar Hafiz Fattah gagal maju pilkada lantaran terganjal kasus narkoba. 

6. Vokalis Jamrud, Krisyanto

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pandeglang menolak gugatan bakal calon perorangan Krisyanto terhadap KPU Kabupaten Pandeglang dalam sidang terbuka sengketa di Pilkada Pandeglang 2020, Jumat (21/8/2020) lalu. Sebelumnya, vokalis band Jamrud itu mengajukan gugatan ke Bawaslu setelah berkas dukungan sebagai calon independen ditolak dan dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh KPU Pandeglang.

Saat dikonfirmasi, kuasa hukum Krisyanto, Nandang Wirakusumah mengatakan, pihaknya akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu terkait langkah ke depannya setelah keputusan tersebut.

“Kita akan briefing dulu untuk langkah hukum selanjutnya,” kata Nandang.

7.  Ike Edwin

Bakal pasangan perorangan Ike Edwin-Zam Zanariah gagal melangkah maju sebagai kontestan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Bandar Lampung. Hal ini karena hasil verifikasi faktual mereka kurang dari jumlah minimal yang telah ditetapkan, 47.864 dukungan.

Anggota KPU Kota Bandar Lampung Divisi Teknis Penyelenggaraan, Fery Triatmojo mengatakan, dari 45.277 dukungan perbaikan untuk pasangan Ike-Zam, yang diverifikasi faktual hanya ada 36.001 dukungan sehingga mereka tidak memenuhi syarat (TMS).

“Sedangkan dukungan perbaikan yang memenuhi syarat (MS) hanya 9.221 dari 20 kecamatan,” katanya, seperti yang dikutip dari ANTARA, Rabu (19/8/2020).

Dengan demikian, walau pun ditambahkan dukungan MS pada verifikasi faktual tahap pertama, sebanyak 22 ribu, jumlah ini masih tidak mencukupi dari jumlah minimal yang telah ditetapkan KPU. (Jo)