Media Sosial

Ini Nama Ibu Kota Baru di Kaltim yang Diusulkan Netizen

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Keputusan Presiden Jokowi yang akan memindahkan ibu kota Indonesia ke Kaltim juga direspons oleh netizen di media sosial.

Sejak pernyataan yang disampaikan Senin (26/8/2019) itu, warganet Tanah Air sudah memberikan berbagai usulan nama calon ibu kota baru yang pembangunannya bakal dimulai tahun depan.

Dilansir Reuters Selasa (27/8/2019), “Saint Jokoburg” dan ” Jokograd” masuk dalam 11 usulan nama ibu kota baru Indonesia yang diunggah akun Twitter @Enggalpm.

“Semoga mereka mempertimbangkan,” ujar salah seorang netizen mengomentari pemindahan ibu kota yang diprediksi menelan dana hingga Rp466 triliun itu.

Saran, baik serius maupun ringan, mewarnai media sosial setelah Presiden Jokowi mengatakan bakal memindahkannya pada 2024 dari Jakarta yang berada di Jawa.

Lokasi ibu kota baru di Kalimantan Timur itu bakal berada di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utama dan Kabupaten Kutai Kartanegara, demikian merujuk pada pernyataan Jokowi.

“Mandalanusa”, yang memiliki arti pusat kepulauan, merupakan satu usulan nama lain untuk calon ibu kota menurut akun Twitter bernama @IDThalamus.

Usulan itu mencerminkan fakta bahwa lokasinya berada di pusat geografi negara dengan 17.000 pulau membentang di area seluas lebih dari 5.000 km persegi.

Kementerian PPN/Bappenas mengatakan, nama ibu kota baru belum ditentukan.

Sementara juru bicara Kementerian Dalam Negeri tidak memberi komentar.

Nama menjadi hal sensitif di Indonesia, negara dengan populasi terbesar keempat dunia, dengan sekitar 260 juta penduduk yang berasal dari 300 suku dan bangsa.

“Sri Mahendrakerta”—yang merupakan kombinasi bahasa Sanskerta berarti kota yang diberkati Tuhan untuk membawa kebijaksanaan, keadilan, dan menciptakan kemakmuran—disarankan warganet Twitter @AnugrahArfaS6.

Di media sosial Facebook yang mempunyai 130 juta pengguna, netizen mengusulkan Kartanegara merujuk pada Kutai Kartanegara yang awalnya kerajaan Hindu abad ke-4.

Sebagian alasan yang dikemukakan terkait pemindahan ibu kota adalah karena Jawa sudah dihuni setengah penduduk Indonesia dan secara politik begitu dominan.

Kunto Adi Wibowo dari lembaga survei Kedai Kopi berkata, nama ibu kota baru haruslah mencerminkan karakteristik unik yang dipunyai Kalimantan Timur.

Sebab, pemerintah sudah berusaha membuatnya tidak Jawa-sentris. Dia juga menyarankan supaya namanya tidak menyisipkan Jokowi di dalamnya.

“Karena sejarah akan mengingatnya sebagai presiden yang memindahkan ibu kota. Itu sudah cukup menjadi warisan yang dipunyainya,” kata Kunto.

Jakarta, rumah bagi sekitar 10 juta jiwa penduduk Indonesia, awalnya bernama Batavia saat penjajahan Belanda sebelum Proklamasi dikumandangkan 17 Agustus 1945.

Dalam bahasa Sanskerta, Jakarta berarti “kemenangan yang diraih”.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close