Kriminal

Ini Modus JAD Bikin Rekening buat Dana Teror

JAKARTA, SENAYANPOST.com — Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin mengungkapkan pihaknya selama ini terus berusaha mematikan rekening-rekening milik teroris Jamaah Ansarut Daulah (JAD) yang digunakan untuk menyalurkan dana terorisme.

“Kadang-kadang ada yang sudah dimatikan kemudian hidup lagi. Yang penting kita terus semangat, tidak boleh kalah dengan semangat teroris itu,” ujar Kiagus usai bertemu Menkopolhukam di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Kiagus menuturkan JAD tidak secara langsung mencantumkan nama organisasinya ketika membuat rekening. Anggota JAD kerap menggunakan nama yang tidak memiliki kaitan dengan organisasinya.

Lebih lanjut Kiagus menuturkan modus aliran dana teroris juga terus mengalami perkembangan. Misalnya, jaringan teroris saat ini tidak mengambil uang di bank yang ada di dalam negeri.

“Terima di luar negeri, nanti baru dia bagikan dari sana atau dibawanya. Banyaklah teknis-teknisnya,” ujarnya.

Terkait dengan hal itu, Kiagus menambahkan pihaknya terus mempelajari modus aliran dana teroris. Hal itu bagian dari upaya PPATK untuk mencegah terorisme berkembang di Indonesia.

Sebelumnya, Kepolisian menyatakan aliran dana teroris yang diperoleh JAD berasal dari lima negara, yakni dari Trinidad dan Tobago, Maldives, Venezuela, Jerman, dan Malaysia.

Aliran dana dari lima negara itu salah satunya digunakan untuk aksi teror di Sibolga, Sumatera Utara. (JS)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close