Kesehatan

Ini Kategori Risiko Penderita Diabetes yang Ingin Berpuasa

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Konsultasi merupakan hal yang wajib bagi penderita diabetes jika ingin berpuasa. Hal ini harus dilakukan untuk melihat apakah bakal ada masalah atau mencegah kemungkinan yang terjadi.

Bagi penderita diabetes, terdapat tiga klasifikasi risiko bagi seseorang ketika berpuasa. Berdasar penelitian yang dilakukan HS Bajaj pada 2019, berikut pengelompokan risiko bagi penderita diabetes.

1. Risiko Sangat Tinggi

Mereka yang memiliki risiko sangat tinggi adalah orang-orang dengan diabetes yang tidak boleh berpuasa. Beberapa kriterianya adalah:

– Diabetes melitus 1 (DMT1) terkendali dengan buruk sebelum Ramadan (HbA1c lebih dari 9), – Memiliki riwayat hipoglikemia berat dan berulang dalam tiga bulan terakhir.

“Jadi ditakutkan, kalau saat puasa mengalami hipoglikemia, puasanya tidak hanya batal, tetapi juga mengancam jiwa pasien itu sendiri,” kata ahli endokrinologi, Ketut Suastika dalam temu media di Jakarta beberapa waktu lalu.

– Mengalami ketoasidosis dan koma hiperosmolar dalam tiga bulan terakhir. Untuk dua kondisi ini hanya bisa diketahui oleh dokter.
– Mengalami penyakit akut, komplikasi makrovaskuler dan ginjal(sedang berada dalam proses dialisis, stadium 4-5),
– Ada gangguan kognitif atau epilepsi, serta hamil dengan terapi insulin.

“Mereka-mereka ini memang tidak diperbolehkan berpuasa,” kata Ketut menambahkan.

2. Risiko Tinggi

“Bagi orang dengan risiko tinggi masih bisa dipertimbangkan. Tetapi sebaiknya tidak puasa. Meski harus konsultasi dengan dokter pribadi,” kata Ketut. Beberapa kriterianya adalah:

– Diabetes melitus tipe 1 atau 2 yang terkendali buruk. Ketut mengatakan, saat puasa ada goncangan kendali glisemik yang buruk. “Justru menjadi kegawatan hiperglikemia,” kata Ketut.
– Diabetes dengan menggunakan insulin campuran. Ketut menjelaskan, saat berpuasa, pasien menjadi kesulitan mengatur penggunaan obat. Sehingga, jika ingin melakukan puasa, harus ada konsultasi dan modifikasi yang disepakati dengan dokter.
– Pasien diabetes yang hamil dengan diet.
– Penyakit ginjal kronik stadium 3 atau komplikasi makrovaskuler.
– Pekerja fisik berat, khususnya mereka yang mengalami diabetes. “Karena biasanya kalau bekerja, saat kita berpuasa, maka ada risiko terkena hipoglikemia.”

3. Risiko Rendah hingga Sedang

Pasien yang masuk dalam kategori risiko rendah dan sedang diperbolehkan berpuasa. Tentunya tetap dengan konsultasi dokter. Kriteria mereka yang masuk dalam kelompok ini antara lain:

– Pasien yang mampu mengendalikan kondisi diabetes melitusnya, serta diterapi dengan pola hidup yang baik
– Mendapatkan pengobatan berjenis metformin, acarbose, terapi inkretin (penghambat DPP-4 atau GLP-1 RA), Sulfonilurea generasi kedua, penghambat SGLT, TZD atau insulin basal.

“Kembali lagi, kita sadar bahwa penggunaan pengobatan golongan ini, akan lebih sering mendapatkan hipoglikemia. Maka konsultasi pasien dengan dokter menjadi kunci, untuk mencegah hipoglikemia selama Ramadan,” Ketut menegaskan.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close