Nasional

Ini Dia Sebaran Titik Api di Indonesia Dilihat dari Satelit

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Indonesia kembali direpotkan dengan kebakaran hutan dan lahanyang terjadi di Sumatera dan Kalimantan.

Beragam informasi berseliweran terkait titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan.

Nah, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyediakan informasi hotspot karhutla yang berbasis dari citra satelit khusus pendeteksi hotspot.

LAPAN menampilkan data dari tiga satelit khusus tersebut yaitu satelit NOAA, satelit Terra, satelit Aqua, satelit MODIS sampai satelit Suomi NPP-VIRSS.

Dari katalog informasi hotspot real time yang disediakan LAPAN, dikutip Senin 16 September 2019, terdapat beberapa kategori tingkat hotspot yang namanya selang kepercayaan atau confidence level, dengan dilabel ‘C’.

Label ini menunjukkan tingkat kepercayaan bahwa hotspot yang dipantau dari data satelit penginderaan jauh merupakan benar-benar kejadian kebakaran yang sebenarnya di lapangan.

LAPAN menuliskan, semakin tinggi selang kepercayaan artinya semakin tinggi pula potensi hotspot adalah benar kebakaran hutan dan lahan yang terjadi.

Makna tingkat kepercayaan hotspot C < 30 persen artinya selang kepercayaan rendah dan tindakan yang diharapkan yaitu perlu diperhatikan. Tingkat kepercayaan hotspot C < 80 persen artinya selang kepercayaan nominal dan tindakan yang diharapkan yakni waspada. Sedangkan tingkat kepercayaan hotspot C < 100 persen artinya selang kepercayaan tinggi dengan tindakan segera penanggulangan.

Dengan selang kepercayaan mencapai 99 persen, informasi hotspot LAPAN menunjukkan, ada 300 titik panas lho yang tersebar di berbagai wilayah di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Untuk di Sumatera, hotspot terjadi di Riau, Sumatera Utara, Palembang, Jambi, Bangka Belitung, Lampung dan lainnya.

Untuk hotspot di Kalimantan terjadi merata di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara. Sedangkan di Sulawesi, hotspot terdeteksi di Sulawesi Tengah, Kendari dan lainnya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close