Tak Berkategori

Ini Daftar 17 Negara yang Memutuskan Lockdown

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Virus corona telah menjadi teror menakutkan bagi umat manusia. Berdasarkan data worldometers per 25 Maret 2020, ada 422.829 kasus positif corona di 197 negara. Tingkat kematian global akibat virus itu kini mencapai 4,49 persen.

Sejumlah negara kemudian mengambil langkah strategis guna meminimalisir penyebaran virus. Salah satu kebijakan yang ditempuh adalah lockdown. Yakni, mengunci rapat-rapat suatu wilayah negara. Tujuannya agar orang tidak masuk dan keluar sembarangan.

Dilansir kumparan, per 25 Maret 2020, ada 17 negara yang mengambil opsi lockdown. Seluruh kegiatan di ruang publik benar-benar dibatasi secara ketat. Tak jarang ada hukuman serius bagi warga yang keluar rumah.

Lantas, mana saja daftar 17 negara itu?

China

Virus corona untuk pertama kalinya muncul di Kota Wuhan, Hubei, China. Pemerintah China pun bergerak cepat. Mereka memutuskan lockdown di seluruh wilayah Provinsi Hubei pada 23 Januari 2020.

Keputusan itu terbukti tepat. Penyebaran virus corona di Hubei kini sudah tak lagi terjadi. Pemerintah China pun telah mencabut status lockdown di Hubei pada 25 Maret 2020.

Italia

Italia merupakan negara di Eropa yang paling terdampak akibat corona. Pemerintah Italia baru memutuskan lockdown secara nasional pada 10 Maret 2020.

Di Italia, tingkat kematian akibat corona mencapai 9,86 persen. Ada 6.820 warga yang meninggal sejak virus itu masuk ke Italia.

Mongolia

Sebagai negara yang berbatasan dengan China, Mongolia begitu was-was. Pemerintah Mongolia pun memutuskan lockdown pada 10 Maret 2020.

Di Mongolia, jumlah kasus positif corona per 25 Maret 2020 ada di angka 10. Meski demikian, Pemerintah Mongolia berupaya agar virus itu tak menyebar secara masif.

Denmark

Denmark memutuskan lockdown pada 12 Maret 2020. Pemerintah Denmark menutup sejumlah fasilitas publik. Karyawan pun diminta bekerja dari rumah.

Per 25 Maret 2020, kasus corona di Denmark mencapai 1.715 kasus. Pemerintah Denmark tak ingin angka tersebut bertambah lebih banyak.

Filipina

Filipina bergerak cepat dalam menanggulangi virus corona. Pemerintah Filipina memutuskan lockdown Pulau Luzon, di mana Ibu Kota Manila termasuk di situ, pada 12 Maret 2020.

Sikap tegas pun ditunjukan negara tersebut. Warga yang keluar rumah sembarangan diancam 6 bulan kurungan penjara. Pemerintah Filipina juga mengancam untuk mencabut izin usaha bagi kantor yang memaksakan karyawan masuk.

Lebanon

Lebanon merupakan salah satu negara di Timur Tengah yang terpapar corona. Pemerintah Lebanon memutuskan lockdown pada 15 Maret 2020.

Per 25 Maret 2020, kasus corona di Lebanon mencapai 333 kasus. Pemerintah Lebanon juga menghentikan sejumlah kegiatan keagamaan yang bersifat massal.

Prancis

Pemerintah Prancis mengumumkan status lockdown pada 16 Maret 2020. Keputusan itu ditempuh untuk meminimalisir penyebaran virus corona

Pemerintah Prancis juga menurunkan 100 ribu personel polisi untuk mengawasi warga. Ada denda senilai Rp 2,3 juta bagi warga yang nekat keluar rumah.

Spanyol

Spanyol merupakan negara kedua di Eropa yang paling parah tedampak corona. Tingkat kematian di negara itu mencapai 7,21 persen.

Pemerintah Spanyol pun mengumumkan status lockdown pada 16 Maret 2020. Per 25 Maret 2020, jumlah kasus positif corona di Spanyol mencapai 47.610 kasus.

Belgia

Selang dua hari pemerintah Spanyol mengumumkan lockdown, pemerintah Belgia juga mengambil langkah yang sama. Keputusan itu diambil pada 18 Maret 2020.

Sejumlah polisi juga telah diperintah untuk mengawasi warga. Per 25 Maret 2020, jumlah kasus positif corona di Belgia mencapai 4.937 kasus.

Malaysia

Malaysia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memutuskan lockdown. Keputusan itu dibacakan pada 18 Maret 2020.

Saat pengumuman itu dibacakan, fenomena panic buying sempat terjadi di sana. Meski begitu, warga Malaysia kini mulai mendengarkan kata-kata pemerintah. Sejumlah aparat keamanan juga telah disiagakan untuk mengawasi gerak-gerik warga.

Argentina

Pemerintah Argentina menetapkan status lockdown pada 20 Maret 2020. Kebijakan tersebut berlaku hingga 31 Maret.

Sebelum memutuskan untuk lockdown, sudah ada 128 warga di Argentina yang positif corona. Sementara 3 orang meninggal.

El Salvador

Pemerintah El Savador menetapkan status lockdown pada 22 Maret 2020. Keputusan itu ditempuh untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Per 25 Maret 2020, kasus positif di El Savador mencapai 9 kasus. Meski terbilang sedikit, Pemerintah El Savador jelas tak mau ambil risiko.

Inggris

Pemerintah Inggris awalnya tak berniat untuk menetapkan status lockdown. Meski begitu, Pemerintah Inggris mulai kewalahan dengan membeludaknya pasien di rumah sakit.

Maka, keputusan lockdown diambil untuk menekan lanju virus. Keputusan itu dibacakan pada 23 Maret 2020 dan berlaku tiga minggu.

Kolombia

Pemerintah Kolombia menetapkan status lockdown pada 24 Maret 2020. Kebijakan itu berlaku selama 19 hari ke depan.

Saat kebijakan itu diambil, jumlah pasien corona di Kolombia mencapai 158. Sementara itu, belum ada kasus kematian akibat corona. Namun, Pemerintah Kolombia tak ingin ada penambahan pasien yang signifikan. Untuk itulah kebijakan tersebut diambil.

India

Pemerintah india menetapkan status lockdown pada 25 Maret 2020. Kebijakan itu berlaku selama 19 hari ke depan.

Pemerintah India yakin bahwa lockdown merupakan satu-satunya cara untuk menghentikan penyebaran virus. Terlebih, hingga saat ini belum ada vaksin untuk membunuh virus corona.

Afrika Selatan

Afrika Selatan mengikuti langkah sejumlah negara yang melakukan lockdown demi mencegah wabah virus corona meluas.

Kebijakan lockdown secara nasional berlaku pada 26 Maret 2020. Status ini akan berlangsung selama 21 hari ke depan.

Selandia Baru

Pemerintah Selandia Baru tak ingin virus corona menyebar di wilayahnya. Oleh sebab itu, Pemerintah Selandia Baru menetapkan lockdown pada 26 Maret 2020.

Keputusan itu akan berlaku selama satu bulan. Warga diminta untuk mengisolasi di rumah.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close