Ekonomi

Ini Alasan BI Kenapa Tak Mau Cetak Uang Sembarangan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Tenaga Ahli Utama Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono menjelaskan Bank Indonesia (BI) tidak bisa asal mencetak uang dalam jumlah banyak seperti Amerika Serikat (AS) walau ekonomi sedang tertekan pandemi covid-19.

Sebab, lanjut Edy Priyono, ada perbedaan permintaan rupiah dan dolar AS, meski masing-masing negara tengah membutuhkan sumber dana besar untuk menangani masalah tersebut.

Edy Priyono menjelaskan AS bisa leluasa mencetak uang karena penggunaan dolar AS sejatinya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan transaksi dan pendanaan di Negeri Paman Sam saja. Dolar AS merupakan mata uang internasional yang digunakan untuk berbagai jenis transaksi lintas negara.

“Jadi berapa pun AS cetak dolar, meski tetap ada batasnya, itu tidak ada pengaruhnya ke inflasi di AS di dalam situasi normal karena permintaan dolar itu banyak sekali. Orang mau impor pakai dolar,” ungkap Edy dalam diskusi virtual yang digelar ISEI Jawa Barat, Kamis (9/7/2020).

Sementara bila BI mencetak rupiah terlalu banyak, sambungnya, yang terjadi justru bisa memunculkan inflasi atau kenaikan harga barang. Sebab, jumlah uang yang beredar meningkat dan bisa menurunkan nilai rupiah.

Belum lagi, permintaan rupiah sejatinya tidak cukup besar karena hanya bisa digunakan untuk transaksi di dalam negeri. Lebih lanjut, menurut Edy, BI juga tidak bisa mencetak uang lalu dibagikan begitu saja ke masyarakat atau dikenal dengan istilah helicopter money.

“Helicopter money dalam arti cetak uang terus dibagi-bagikan, ini akan menimbulkan masalah tersendiri, bukan hanya inflasi, tapi nanti siapa yang mau dikasih, berapa dikasihnya, dan sebagainya,” katanya. (Jo)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close