Hukum

Ini 5 Anggota DPRD Kota Malang Tak Tersangkut Korupsi Massal

MALANG, SENAYANPOST.com – DPRD Kota Malang, Jawa Timur,  kini hanya diisi 5 anggota dewan setelah 40 anggota lainnya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Jumlah 40 anggota ini merupakan akumulasi dari dua kali penetapan tersangka yang dilakukan KPK terkait suap APBD-P Kota Malang Tahun Anggaran 2015.

Pada Maret 2018, KPK menetapkan 18 anggota DPRD Kota Malang, termasuk sang Ketua M. Arief Wicaksono. Kemudian Senin (3/9/2018), KPK menetapkan 22 anggota DPRD lainnya.

Dari 5 anggota yang tersisa itu, 2 anggota menduduki kursi baru pasca digelar pergantian antar waktu (PAW), 3 sisanya anggota DPRD periode 2014-2019 yang tidak tersangkut korupsi massal.

Menurut Ketua DPRD Kota Malang Abdul Rahman, penetapan tersangka kemarin, menyisakan lima anggota. Mereka adalah Abdul Rahman, Subur Triono, Tutuk Hariyani, Priyatmoko Oetomo, dan Nirma Cris Desinidya.

Ke-5 anggota DPRD Malang itu adalah Abdulrachman menggantikan Rasmuji anggota Fraksi PKB karena meninggal dunia, Subur Triono (PAN), Nirma Cris (Hanura), dan Priyatmoko Oetomo dan Tutuk Hariyani (PDIP) dikabarkan dalam kondisi sakit.

“Sekarang tinggal lima orang, saya, Pak Subur, Pak Priyatmoko, Bu Tutuk, Bu Nirma,” ungkap Plt Ketua DPRD Kota Malang Abdulrachman kepada wartawan di kantornya Jalan Tugu, Selasa (4/9/2018).

Abdul Rahman merupakan politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa. Ia menjadi pimpinan DPRD dengan menggantikan posisi M. Arief Wicaksono yang berasal dari PDIP. Abdul Rahman dilantik pada 16 Juli 2018, setelah Arief lengser dari jabatan Ketua DPRD Malang lantaran tersandung pemberian suap dari Wali Kota Malang periode 2012-2017 Mochammad Anton.

Selain Abdul Rahman, Nirma Cris Desinidya juga merupakan anggota DPRD Kota Malang yang menggantikan Ya’qud Ananda Gubdan. Ya’qud mundur dari DPRD karena maju menjadi calon Wali Kota Malang. Belakangan, Ya’qud juga tersandung kasus suap APBD-P ini. Nirma berasal dari Dapil 2 Sukun dan memperoleh 2.199 suara pada Pileg 2014. Ia berada di bawah Ya’qud Ananda Gubdan yang memperoleh 2.788 suara.

Kemudian ada Subur Triono yang merupakan politikus Partai Amanat Nasional dari Dapil 5 Belimbing. Ia memeroleh 2.596 suara pada Pileg 2014. Perolehan suaranya merupakan yang paling banyak untuk kolega satu partai di dapil ini.

Dua anggota DPRD lainnya berasal dari PDIP yakni Tutuk Hariyani dan Priyatmoko Oetomo. Tutuk berasal dari Dapil 2 Sukun, sama seperti Nirma. Pada Pileg 2014, Tutuk memperoleh 2.254 suara dan menempati urutan ketiga untuk partainya setelah Eka Satria Hadiutama dan Hadi Susanto di dapil tersebut.

Sedangkan Priyatmoko Oetomo berasal dari Dapil 4 Lowokwaru dan memeroleh 3.860 suara. Perolehan suara Priyatmoko ini sebenarnya jauh lebih besar daripada suara yang diperoleh M. Arief Wicaksono, mantan Ketua DPRD Kota Malang yang menjadi tersangka, yang memeroleh 2.646 suara.

DPRD Kota Malang memiliki 45 kursi. Dari hasil Pemilu 2014, PDIP memiliki kursi mutlak yakni sebanyak 11 kursi dan mendapatkan jatah Ketua DPRD. PKB dengan 6 kursi menduduki peringkat kedua, disusul Partai Golkar dan Demokrat masing-masing 5 kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Gerindra yang memiliki masing-masing empat kursi, PKS, PPP, dan Hanura masing-masing tiga kursi, serta Partai NasDem satu kursi.

KPK baru saja menetapkan 22 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka suap dan gratifikasi. Ke-22 orang ini diduga menerima duit Rp 12,5-Rp 50 juta dari Wali Kota Malang nonaktif Moch Anton, yang juga telah menjadi tersangka. Duit itu diduga diberikan Anton terkait pengesahan RAPBD-P Kota Malang tahun 2015.

Dalam penanganan sebelumnya, KPK sudah menetapkan 19 anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 sebagai tersangka. Selain 41 anggota DPRD, KPK juga telah menetapkan Wali Kota Malang nonaktif Moch Anton dan eks Kadis PU dan Pengawasan Bangunan Kota Malang tahun 2015, Jarot Edy Sulistiyono sebagai tersangka. KPK menyebut kasus ini sebagai korupsi massal.

Berikut daftar 41 anggota DPRD Kota Malang yang menjadi tersangka:

1. M Arief Wicaksono
2. Suprapto
3. Zainuddin
4. Sahrawi
5. Salamet
6. Wiwik Hendri Astuti
7. Mohan Katelu
8. Sulik Lestyowati
9. Abdul Hakim
10. Bambang Sumarto
11. Imam Fauzi
12. Syaiful Rusdi
13. Tri Yudiani
14. Heri Pudji Utami
15. Hery Subiantono
16. Ya’qud Ananda Gudban
17. Rahayu Sugiarti
18. Sukarno
19. Abdulrachman
20. Arief Hermanto
21. Teguh Mulyono
22. Mulyanto
23. Choeroel Anwar
24. Suparno Hadiwibowo
25. Imam Ghozali
26. Mohammad Fadli
27. Asia Iriani
28. Indra Tjahyono
29. Een Ambarsari
30. Bambang Triyoso
31. Diana Yanti
32. Sugianto
33. Afdhal Fauza
34. Syamsul Fajrih
35. Hadi Susanto
36. Erni Farida
37. Sony Yudiarto
38. Harun Prasojo
39. Teguh Puji Wahyono
40. Choirul Amri
41. Ribut Harianto

KOMENTAR
Tags
Show More
Close