Inggris, Negara Pertama yang Setujui Obat Covid Molnupiravir

Inggris, Negara Pertama yang Setujui Obat Covid Molnupiravir
Molnupiravir (Foto/merck)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui obat COVID-19 molnupiravir. Keputusan dibuat saat negara tersebut berjuang melawan pandemi Corona.

Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan Inggris (MHRA) merekomendasikan obat molnupiravir untuk digunakan pada orang dengan COVID-19 gejala ringan hingga sedang. 

Obat ini juga akan diberikan pada pasien komorbid seperti obesitas, diabetes usia tua, dan penyakit jantung.

"Obat ini akan diberikan setelah tes COVID-19 positif dan dalam waktu lima hari sejak timbulnya gejala," tulis regulator tersebut, dikutip detikcom dari Reuters.

Obat COVID-19 molnupiravir buatan Merck ini telah diawasi dengan ketat sejak data bulan lalu menunjukkan obat itu dapat mengurangi separuh kemungkinan kematian atau dirawat di rumah sakit bagi mereka yang paling berisiko mengembangkan COVID-19 parah ketika diberikan pada awal penyakit.

Baca Juga

Profesor Stephen Powis, direktur medis nasional untuk National Health Service (NHS) di Inggris, mengatakan obat itu akan diberikan kepada pasien dengan risiko komplikasi yang lebih tinggi saat Inggris memasuki musim dingin paling menantang yang pernah ada.

Inggris memiliki sekitar 40.000 kasus harian COVID-19, menurut rata-rata tujuh hari terbaru. Data yang dirilis pada Rabu (3/11) malam menunjukkan prevalensi COVID-19 di Inggris mencapai level tertinggi, dengan tingginya jumlah kasus pada anak-anak.