Hukum

Indonesia Siap Hadapi Gugatan Avanti

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pemerintah menyatakan siap menghadapi gugatan dari perusahaan satelit asal Inggris, Avanti Communication. Gugatan itu dilayangkan Avanti lantaran pemerintah Indonesia diduga mengingkari kontrak penyewaan satelit yang berada di atas wilayah garis khatulistiwa.

“Sudah, sudah siap, kita sudah siap,” kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Jakarta, Jumat (4/5).

Gugatan tersebut diketahui telah diajukan ke Mahkhamah Arbitrase Internasional pada Agustus 2017. Avanti Communication menuntut ganti rugi kepada pemerintah RI senilai USD17,08 juta atau Rp237,5 miliar. Indonesia dinilai tak bisa membayar sewa satelit Avanti.

Ryamizard mengatakan sudah berkoordinasi dengan Avanti Communication soal gugatan ini. Ia pun akan meminta kepada beberapa duta besar di luar negeri untuk membantu pemerintah menyelesaikan perkara itu.

“Ada masalah sedikit. Sudahlah jangan dibesar-besarkan,” ucapya.

Tiga tahun lalu, satelit milik Indonesia yang bernama Garuda-1 bergeser dari orbit 123 derajat bujur timur di atas garis khatulistiwa. Padahal satelit di orbit itu sangat strategis karena memiliki jangkauan amat luas.

Menyikapi hal itu, Kementerian Pertahanan memutuskan untuk menyewa satelit milik perusahaan Avanti. Hal ini untuk mengisi slot orbit yang ditinggalkan statelit Garuda 1 tersebut senilai Rp405 miliar.

Polemik muncul ketika Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan kajian pada tahun lalu, yang menunjukan bahwa penggunaan satelit tersebut tak memadai sehingga berujung pada masalah administrasi. Karenanya, Kementerian Keuangan tak bisa mencairkan anggaran untuk pembiayaan tersebut. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close