Indonesia Harus Miliki 113 Juta Orang Tenaga Terampil

19:30
165
YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com - Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan perekonomian terbesar ketujuh dunia pada 2030 mendatang. Namun untuk mencapai

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan perekonomian terbesar ketujuh dunia pada 2030 mendatang. Namun untuk  mencapai itu Indonesia harus memiliki  setidaknya 113 juta tenaga kerja terampil.

“Saat ini, kita baru punya sekitar 56 juta, jadi kita harus menambah 57 juta hingga tahun 2030 atau sekitar 3,8 juta tenaga kerja pertahun,” ujar Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri, saat memberikan kuliah umum di Sekolah Pasca Sarjana UGM, Yogyakarta, Rabu (13/9/2017).

Di depan mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Hanif memaparkan sejumlah tantangan dalam perkembangan ketenagakerjaan di Indonesia serta upaya untuk mewujudkan kedaulatan tenaga kerja Indonesia. Isu pengembangan tenaga kerja, menurutnya, perlu menjadi perhatian penting dalam upaya untuk mengalihkan ketergantungan akan sumber daya alam kepada pemanfaatan sumber daya manusia.

Hanif menyebutkan, setidaknya ada dua  persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi Indonesia saat ini. Persoalan pertama adalah apa yang disebut sebagai mismatch dan underqualified worker, yaitu mereka yang bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki atau pekerja yang memiliki kualitas kompetensi di bawah standar yang dituntut dari pekerjaannya.

“Inilah mengapa lulusan perguruan tinggi pun banyak jadi pengangguran karena maunya kerja bagus, gaji bagus, tapi ternyata kompetensi mereka kurang,” kata Hanif.

Selain itu, persoalan lain yang ia sebutkan adalah working poor atau tenaga kerja yang masih tergolong miskin meski mereka memiliki pekerjaan. Persoalan terkait kualitas tenaga kerja, menurut Hanif, memang patut menjadi sorotan. Ia menggarisbawahi kondisi tenaga kerja Indonesia saat ini yang masih didominasi lulusan SD dan SMP.

“Kalau mau kedaulatan tenaga kerja harus pastikan tenaga kerja kita di atas standar sehingga kompetitif. Tapi, saat ini profil tenaga kerja kita 60 persen lulusan SD dan SMP, mau cari kerja juga susah karena tidak punya keterampilan,” imbuhnya. (AF)

Comments

comments