Teknologi

Indonesia Akan kekurangan 18 Juta Tenaga Ahli pada 2030

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Perkembangan pesat teknologi di Indonesia, belum diimbangi dengan penyiapan sumber daya manusia yang matang dalam skala yang memadai. Global Talent Crunch bahkan menyebutkan Indonesia akan kekurangan 18 juta tenaga ahli pada 2030 mendatang.

“Kurangnya tenaga kerja digital yang memadai ini akan berdampak secara langsung pada sektor
industri dan manufaktur. Terlebih dengan menjamurnya start-up dan e-commerce, Indonesia
akan membutuhkan semakin banyak talenta digital yang menguasai teknologi informasi,” Sonny Hendra Sudaryana, ST, M.MT, Kasie Perancangan Pemberdayaan Kreativitas TIK Kominfo pada
peluncuran SMK Coding di Kota Yogyakarta, Sabtu (7/9/2019).

Menurut dia dari sekian banyak kelompok lulusan di Indonesia, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi salah satu tantangan sekaligus potensi.

Data pada Agustus 2018 menyebutkan lulusan SMK menjadi penyumbang tertinggi pengangguran terbuka. Padahal jumlah lulusan SMK yang besar berpotensi menjadi penyumbang SDM siap kerja dan berkualitas.

Demi menjembatani kebutuhan talenta di industri dengan para lulusan SMK ini, ujarnya, Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo menginisiasi program SMK Coding.

SMK Coding adalah program pelatihan intensif bersertifikat untuk membekali siswa SMK jurusan rekayasa perangkat lunak (RPL) dengan kemampuan teknis seperti pemrograman Android dan soft skill.

“Kami ingin memangkas jumlah pengangguran lulusan SMK. Maka SMK Coding ini terselenggara. Di SMK Coding anak-anak ini tidak hanya belajar hal teknis, tetapi kami juga beri materi persiapan karir, supaya mereka matang masuk ke industri.” ucap Sonny.

Program SMK Coding ini akan memberi kesempatan 25 siswa jurusan RPL dengan kemampua akdemis terbaik di tiap SMK untuk mengikuti kelas intensif di akhir pekan selama 5 minggu.

Setelah mengikuti kelas ini, siswa lulusan SMK Coding ini akan direkomendasikan ke startup atau perusahaan untuk mendapat kesempatan magang atau kerja praktek.

Hingga akhir tahun 2019, Kominfo menargetkan dapat meluluskan 120 siswa program SMK Coding di Kota Yogyakarta. Lulusan SMK Coding ini diharapkan menjadi tenaga kerja IT yang ahli, berkualitas, dan memiliki daya saing.

Sebagai mitra pemerintah di Kota Yogyakarta, Niagahoster menyatakan kesiapan dari sisi teknis pelaksanaan hingga membantu penyerapan tenaga kerja lulusan SMK Coding.

“Salah satu team leader di perusahaan kami adalah lulusan SMK. Saya percaya anak-anak SMK ini punya potensi yang besar jika terjun ke industri. Kami siap mendukung pemerintah dalam program SMK Coding ini. Dengan orang-orang yang tepat di pemerintahan maka saya percaya permasalahan sumber daya manusia bisa diselesaikan” ujar Ade Syah Lubis, CEO Niagahoster. (WS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close