Indofarma Bakal Produksi 18 Juta Tablet Ivermectin per Bulan

Indofarma Bakal Produksi 18 Juta Tablet Ivermectin per Bulan
Ivermectin

JAKARTA, SENAYANPOST.com - PT Indofarma Tbk mengaku telah menyiapkan investasi besar-besaran untuk meningkatkan produksi obat Ivermectin hingga lebih dari dua kali lipat. Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto mengatakan pihaknya sanggup memproduksi obat antiparasit tersebut hingga 18 juta tablet per bulan mulai Agustus 2021 mendatang.

“Nah mengenai kesiapan kami, kami memproduksi bisa sampai 8 juta tablet per bulan kapasitas kami. Bahkan kalau diperlukan kami sudah investasi beberapa peralatan di bulan depan kami bisa produksi sampai 18 juta tablet satu bulannya,” ujar Arief dalam Live Corona Update, Jumat (9/7).

Menurut Arief, jumlah produksi tersebut akan bergantung pada banyaknya kebutuhan atau permintaan masyarakat. Seperti diketahui permintaan Invermectin terus meningkat sejak antiparasit tersebut dipercaya dapat menyembuhkan pasien COVID-19. Adapun saat ini Ivermectin sudah mengantongi restu dari BPOM untuk memasuki tahap uji klinis sebagai terapi COVID-19.

Menurut Arief ini pihaknya telah menyerahkan sebanyak 15.000 tablet Ivermectin ke Balitbangkes untuk keperluan uji klinis. Adapun uji tahap ke 2 ini dilakukan untuk menentukan resep dosis pada Ivermectin. Kemudian akan dilanjutkan dengan uji klinis tahap 3 pada bulan Agustus nanti.

“Uji klinis yang ada di Litbangkes membuat perkiraan obat ini aman dikonsumsi sepanjang memang dosisnya itu sesuai dengan protokol uji klinis yang berlangsung sekarang ini,” ujarnya.

Arief juga menegaskan bahwa Ivermectin merupakan obat dosis keras yang boleh dikonsumsi hanya dengan resep dokter. Meski demikian, Arief mengklaim bahwa obat ini aman dan tidak akan menimbulkan efek samping membahayakan sepanjang dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan. Apalagi Ivermectin sejatinya bukan obat baru, antiparasit ini sudah diproduksi selama 40 tahun.

“Obat ini sudah dari tahun 1970an ya, 40 tahun ada kali ya, dan ya selama ini kalau kita lihat penggunaannya sebagai antiparasit enggak ada kasus sih kalau saya baca dari jurnal yang ada,” tandasnya.