India Mulai Vaksinasi Covid-19 Besar-besaran, Target 300 Juta Warga pada Juli

India Mulai Vaksinasi Covid-19 Besar-besaran, Target 300 Juta Warga pada Juli
Vaksinasi covid-19 di India (AP)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - India melakukan vaksinasi mulai hari ini (16/1/21). Program ini mereka sebut-sebut sebagai vaksinasi Covid-19 terbesar di dunia. 

Dalam rentang waktu sekitar 7 bulan, negara Bolywood itu menargetkan bakal memberi vaksin kepada 300 juta dari 1,3 miliar warganya.

Upaya itu perlu segera karena hingga kini India menjadi negara dengan angka kasus Covid-19 terbanyak kedua di dunia. Jumlah kasus terkonfirmasi sudah lebih dari 10 juta kasus.

Pihak berwenang mengatakan bahwa mereka memanfaatkan pengalaman mereka dalam program imunisasi anak untuk kampanye ini.

"Inokulasi anak secara teratur adalah permainan yang jauh lebih kecil dan vaksinasi terhadap Covid-19 akan sangat menantang," kata Satyajit Rath dari Institut Imunologi Nasional India dikutip CNBC Indonesia dari AFP.

Bukan tugas mudah karena negaranya sangat besar dan miskin dengan infrastruktur transportasi yang seringkali jelek dan salah satu sistem perawatan kesehatan dengan pendanaan terburuk di dunia.

Namun, Pemerintah telah menyiapkan puluhan ribu alat pendingin dan sekitar 150.000 staf terlatih khusus dalam mengatasi beberapa tantangan tersebut. Vaksin juga akan memiliki keamanan yang tinggi, sehingga dosis obat tidak dijual di pasar gelap India yang besar untuk obat-obatan.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada hari Jumat (15/1/2021) mengatakan dia ingin melihat vaksinasi dilakukan di setiap negara secara masif.

Dilakukan dalam 100 hari ke depan sehingga petugas kesehatan dan mereka yang berisiko tinggi terlindungi terlebih dahulu".

Seruan itu datang ketika infeksi terkonfirmasi kian meningkat, dengan 724.000 kasus baru tercatat rata-rata per hari secara global selama seminggu terakhir, menurut penghitungan AFP - rekor peningkatannya mencapai 10% dibanding pada minggu sebelumnya.

Sayangnya, ketika angka terinfeksi dan kematian kian mengkhawatirkan masalah logistik dan pasokan vaksin di banyak bagian dunia. Raksasa farmasi AS Pfizer mengatakan pengiriman vaksinnya akan melambat untuk periode akhir Januari.

Pfizer, yang bersama-sama mengembangkan vaksinnya dengan perusahaan Jerman BioNTech, mengatakan negara-negara UE dapat memperkirakan pengiriman tertunda dalam beberapa minggu mendatang. Pasalnya ada pekerjaan yang sedang dilakukan di pabriknya di Belgia.

Di Eropa yang terpukul paling parah, ada kekhawatiran bahwa penundaan vaksin Pfizer dapat memperlambat peluncuran vaksin yang telah menghadapi kritik keras.

Menteri dari Denmark, Estonia, Finlandia, Latvia, Lituania dan Swedia mengatakan dalam sebuah surat bersama bahwa situasi itu "tidak dapat diterima" dan "menurunkan kredibilitas proses vaksinasi".

Saat kasus meningkat, negara-negara telah melipatgandakan pembatasan. Portugal memasuki lockdown baru pada hari Jumat, dan pembatasan baru pada populasi diumumkan misalnya Italia dan Brasil.

Ketakutan juga berkembang bahwa jenis virus baru yang ditemukan di Brasil dapat lebih menular, seperti varian yang baru-baru ini ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan.