Internasional

India Dituding Dalangi Serangan Bursa Efek Karachi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – India diminta bertanggung jawab atas serangan terhadap Bursa Efek Karachi pada Senin kemarin. Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan menyebut serangan tersebut sebagai konspirasi besar untuk mengacaukan negara Islam itu dan menyandera orang.

“Tidak ada keraguan bahwa India berada di balik serangan itu. Konspirasi besar ditetaskan oleh negara tetangga kami, India, untuk membuat Pakistan tidak stabil. Para teroris bersenjata lengkap. Satu-satunya tujuan mereka adalah menyandera orang di bursa saham,” kata Khan di Majelis Nasional, seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (30/6/2020).

Ia lantas membandingkan serangan Karachi dengan serangan teroris paling mematikan dalam sejarah India yaitu serangan Mumbai 2008 di mana 166 orang tewas, dan lebih dari 300 orang terluka oleh teroris Lashkar-e-Taiba, sebuah organisasi teroris Islam garis keras yang bermarkas di Pakistan.

“Agen-agen kami dalam siaga tinggi dan mereka sepenuhnya siap untuk menghadapi serangan seperti itu,” tambahnya.

Pada hari Senin, Kementerian Luar Negeri India dengan tegas menolak tuduhan Pakistan bahwa Research and Analysis Wing (RAW) India mensponsori serangan itu, menyebutnya sebagai tuduhan tidak masuk akal.

“India menolak komentar tidak masuk akal dari Menteri Luar Negeri Pakistan tentang serangan teroris di Karachi. Pakistan tidak dapat mengalihkan kesalahan pada India atas masalah domestiknya,” kata Anurag Shrivastava, juru bicara Kementerian Luar Negeri India.

Kementerian itu menekankan bahwa, tidak seperti Pakistan, India tidak ragu-ragu mengutuk terorisme di mana pun di dunia, termasuk di Karachi.

Pada hari Senin, empat penyerang bersenjata menyerang Bursa Efek Karachi – juga dikenal sebagai Wall Street Pakistan – menewaskan dua penjaga keamanan dan satu petugas polisi. Semua tersangka ditembak mati oleh petugas keamanan dalam waktu delapan menit.

Para pelaku melancarkan serangan granat di gerbang utama ke gedung dan melepaskan tembakan tetapi polisi mengatakan orang-orang bersenjata itu gagal mencapai lantai perdagangan.

Milisi dari Tentara Pembebasan Baloch mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close