Indef: Produktivitas Pertanian Menurun Sejak 2011

Indef: Produktivitas Pertanian Menurun Sejak 2011

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Produktivitas sektor pertanian di dalam negeri turun sejak 2011 lalu yang tercermin dari Total Factor Productivity (TFP) atau konsep pengukuran di sektor pertanian.

Penegasan ini disampaikan ekonom Institute For Development of Economic and Finance (Indef) Bustanul Arifin, dalam diskusi Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021: Jalan Terjal Pemulihan Ekonomi, Senin (30/11/2020).

Berdasarkan data yang dimilikinya, lanjut Bustanul Arifin, sejak 2011 angka pertumbuhan TFP sektor pertanian negatif. Detailnya, angka TFP sektor pertanian tercatat negatif 0,36 persen pada periode 2011-2015.

Selanjutnya, sedikit membaik menjadi minus 0,05 persen sejak 2011 hingga sekarang. Sebelumnya, angka TFP sektor pertanian tercatat tumbuh positif 1,71 persen pada periode 2006-2010.

Angka-angka itu berarti produktivitas pertanian menurun.

"Terkini, negatif TFP jadi sepertinya we have problem dalam konteks mendorong produktivitas pertanian karena penggunaan inovasi lambat kalaupun ada belum banyak terserap dan teraktualisasi," ujarnya.

Menurutnya, penurunan produktivitas sektor pertanian disebabkan oleh pemanfaatan teknologi yang masih rendah. Karenanya, ia mendorong Kementerian Pertanian melakukan inovasi teknologi pertanian guna mendorong kedaulatan pangan.

"Perlu dilakukan perubahan teknologi, biotek modern, pertanian presisi, rantai nilai terintegrasi hulu-hilir, marketplace untuk akses, dan stabilitas harga," ucapnya. (Jo)