Nasional

Imam Besar Istiqlal Tegaskan Jihad Seharusnya Menghidupkan Orang, Bukan Mematikan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar meluruskan makna jihad yang dipakai dalih para teroris membunuh orang. Menurut dia, jihad seharusnya untuk menghidupkan orang dan bukannya mematikan satu sama lain.

“Mari kita tidak menyia-nyiakan bulan suci Ramadan ini. Lakukan jihad yang paling kuat adalah melawan diri sendiri. Bukan jihad yang aneh-aneh. Jihad itu untuk menghidupkan orang, bukan yang mematikan orang. Kalau mematikan orang artinya jauh dari jihad yang sebenarnya,” katanya saat memberi ceramah sebelum salat tarawih, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (16/5/2017).

Seusai tarawih, Nasaruddin kembali mengingatkan jihad untuk menumbuhkan optimisme di masyarakat. Ia pun menyatakan jihad bukan untuk menciptakan ketakutan.

“Jihad itu untuk menghidupkan optimisme kepada masyarakat, jadi bukan untuk menciptakan kengerian dan ketakutan,” urainya.

Selain itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang juga menunaikan salat tarawih di Istiqlal sepakat dengan isi ceramah Nasaruddin. Lukman mengatakan apa yang disampaikan Nasaruddin itu adalah esensi jihad yang sebenarnya, dimana sama-sama memuliakan manusia.

“Jadi itulah yang tadi disampaikan oleh beliau, bahwa esensi jihad itu bahwa kita bersungguh-sungguh. Jihad itu secara konsisten dengan kesabaran dan ketegaran melakukan perjuangan dengan cara bersungguh sungguh untuk apa? untuk tujuan hadirnya agama itu sendiri yaitu memulaikan manusia,” katanya l.

Pada hari pertama tarawih di Istiqlal, Lukman mendampingi Presiden Jokowi yang juga ikut salat di sana. Jokowi ikut salat tarawih di Istiqlal gelombang pertama.

Masjid Istiqlal memang diketahui melaksanakan salat tarawih dua gelombang. Gelombang pertama salat tarawih yakni 8 rakaat salat tarawih dan 3 rakaat witir. Kemudian gelombang kedua 20 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close