Ilmuwan Berhasil Membuat Model 3D Virus Corona: Penuh Bintik dan Aktif Bergerak

Ilmuwan Berhasil Membuat Model 3D Virus Corona: Penuh Bintik dan Aktif Bergerak
Ilustrasi | Solodovnikov A. & Arkhipova V. via Wikimedia Commons

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Ilmuwan Rusia dilaporkan berhasil membuat model tiga dimensi (3D) dari struktur luar virus SARS-CoV-2 yang memberikan penampakan virus corona yang penuh bintik atom dan aktif bergerak.

Ahli Genomika Molekuler Riza Putranto membeberkan hasil temuan Alexey Solodovnikov dari Danish Natural History Museum, dan Valeria Arkhipova dari Siberian Branch of the Russian Academy of Sciences yang telah mempublikasikan hasil modeling dengan menggunakan kecermatan tingkat atom ini pada 4 Mei lalu.

Riza menilai dari hasil pemodelan ini ilmuwan bisa memahami bahwa virus corona memiliki struktur yang dinamis, yang disebut mengikuti gerakan pasif selama di dalam tubuh inang untuk menemukan reseptor di sel tujuan.

"Dari hasil pemodelan ini ilmuwan jadi memahami bahwa virus SARS-CoV-2 memiliki struktur yang dinamis. Struktur dinamis ini mengikuti gerakan pasif selama di dalam tubuh inang untuk menemukan reseptor di sel tujuan," ujar Riza lewat akun Instagram, Ahad (8/8/2021).

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Riza Putranto (@rizaputranto)

Baca Juga

Lebih lanjut ia menuturkan Protein Spike terlihat memberikan gerakan "memilin" yang bertujuan secara cepat menemukan reseptor ACE2 di sel inang, menguncinya dan masuk menginfeksi sel.

Hal itu diibaratkan Riza layaknya saat memasukkan kunci rumah ke lubang kunci di pintu, dan mencoba menggerak-gerakkan kunci agar cocok dan cepat masuk.

Selain itu, peneliti dan seniman yang membuat model 3D permukaan virus corona ini juga menunjukkan video pemodelan 3 dimensi untuk menunjukkan bagaimana virus corona ini hidup.

"SARS-CoV-2 tidak terlihat seperti patung monolitik. Kami membuat animasi untuk menunjukkan bagaimana virus 'bernafas'," jelas Solodovnikov dan Arkhipova seperti dikutip media Rusia, Nplus1. 

Sekilas bagian cangkang virus corona tampak keras. tapi, sebenarnya tidak demikian. Cangkang virus corona bukan bidang datar, melainkan terus bergerak dinamis dan terus berubah. Lantas, kaki dari protein S (spike protein) pada virus yang menancap seperti paku ke tubuh virus tertancap kaku dan tidak bergerak.

Lewat video ini keduanya ingin menunjukkan bahwa virus ini merupakan struktur yang cukup lunak serta menunjukkan bagaimana pergerakan protein lonjakan (spike protein/ protein S) pada virus corona SARS-CoV-2.

Detil bagian protein spike virus corona yang digunakan untuk menginfeksi sel manusia (Solodovnikov A. & Arkhipova V. via Wikimedia Commons (CC BY 4.0))

Mereka juga menggambarkan model dari 25 juta atom yang menyusun bagian luar virus corona. Dalam proyek ini, mereka tidak membuat model 3D untuk bagian dalam virus.

Dia menjelaskan struktur SarS-CoV-2 dalam video itu disusun atom per atom secara komputasi, dan memperlihatkan akurasi tingkat tinggi yang diketahui dari struktur SarS-CoV-2 selama ini.

Riza mengatakan meski pandemi Covid-19 sudah berjalan lebih dari 1,5 tahun, penelitian tentang struktur SARS-CoV-2 masih terus dijalankan.