IHSG Tumbang 1,06 Persen dan Banjir Saham ARB, Apa Penyebabnya?

IHSG Tumbang 1,06 Persen dan Banjir Saham ARB, Apa Penyebabnya?
Ilustrasi IHSG

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya kembali tumbang dan parkir di zona merah pada akhir perdagangan Selasa (19/1/2021).

Indeks komposit harus rela mengakhiri lajunya di level 6321,85 setelah terkoreksi 67,97 poin atau 1,06 persen. Sebanyak 362 saham memerah dan hanya 145 saham yang hijau, sedangkan 127 sisanya stagnan.

Kapitalisasi pasar menyentuh Rp7.393,87 triliun pada penutupan. Total transaksi yang tercatat hari ini mencapai Rp17,43 triliun, dengan aksi beli bersih investor asing senilai Rp262,71 miliar di seluruh pasar.

Di jajaran saham yang memerah hari ini, PT PP Properti Tbk. berada di posisi paling bontot dengan koreksi 7,00 persen atau terkena auto reject bawah (ARB). Diikuti oleh PT Bank Bukopin Tbk. (BBKP) yang juga terkena ARB dengan koreksi 6,94 persen.

Selanjutnya dua saham tambang yakni PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) turut menghuni jajaran saham yang terkena ARB. Masing-masing terhenti di koreksi 6,92 persen dan 6,87 persen.

Sejumlah saham emiten konstruksi juga kompak mengalami koreksi mendekati ARB, antara lain PT PP (Persero) Tbk. (PTPP), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA).

Tercatat, PTPP mengalami penurunan 6,77 persen, WSKT terkoreksi 6,77 persen, ADHI turun 6,72 persen, dan WIKA turun 6,67 persen.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan kenaikan kasus Covid-19 baik di dalam negeri maupun luar negeri menjadi sentimen penekan indeks hari ini, ditambah dengan kabar mutase virus Covid-19 yang membuat pasar semakin khawatir.

Di sisi lain, Bursa Amerika Serikat pada Senin (18/1/2021) waktu setempat tengah libur dalam rangka memperingati hari Martin Luther King Jr. Pun, tak ada sentimen positif yang kuat baik secara global maupun domestik.

“Secara teknikal IHSG sudah overbought, secara psikologis terjadi profit taking,” ungkapnya, Selasa (19/1/2021)