IHSG Positif Didukung Sektor Tambang dan Infrastruktur

IHSG Positif Didukung Sektor Tambang dan Infrastruktur

JAKARTA, SENAYANPOST.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak solid di zona hijau pada perdagangan hari Rabu (18/7/2018). IHSG melaju positif +0,50 persen (+29 poin) ke level 5.890.

Sektor tambang dan infrastruktur paling menopang laju IHSG. Kedua sektor tersebut melaju masing-masing +1,88 persen dan +1,53 persen. Analis menilai IHSG terkerek penguatan pasar saham global dan regional meskipun sempat tertahan oleh pelemahan rupiah.

Koreksi turun rupiah seiring testimoni the Fed di depan kongres untuk menaikkan suku bunga secara bertahap.

Market saham Asia berubah mixed pada perdagangan hari Rabu (18/7/2018) setelah sempat menguat di sesi pagi. Hal tersebut terjadi meskipun para investor masih yakin oleh optimisme terhadap pidato testimoni Chairman the Fed Jerome Powell di depan kongres.

Indeks Nikkei 225 di bursa Jepang bergerak menguat 96 poin mengantarkan penguatan 4 sesi berturut-turut. Emiten-emiten eksportir Jepang menguat seiring yen yang masih melemah, terutama sektor otomotif yang menguat 1,21 persen. Saham-saham tambang minyak dan batubara juga naik tajam.

Di Korsel, Indeks Kospi menyerah 0,34 persen. Emiten tekno bergerak menguat. Harga saham tekno seperti Samsung Electronics naik 1,53 persen. SK Hynix naik 1,24 persen.

Sementara itu laju pasar saham Hong Kong tertahan di zona negatif oleh emiten-emiten energi dan material. Secara umum Indeks Hang Seng di bursa Hong Kong terbatas penguatannya seiring pelemahan saham energi. Harga saham bidang energi seperti CNOOC turun 2,55 persen.

Sedangkan Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia naik 0,67 persen berkat dukungan saham-saham health care dan material. Emiten sektor mining seperti BHP naik 3,29 persen.

Bursa saham China tergelincir ke zona merah. Indeks Shanghai dan Indeks Shenzhen tumbang 0,75 persen. Pelemahan tersebut muncul seiring mata uang China menyentuh level terendah dalam 2 pekan sebelumnya.

Pergerakan positif market saham Asia muncul setelah Chairman the Fed memberikan pernyataan positif atas pengamatan terhadap perekonomian USA.

Petinggi the Fed menegaskan hal itu dalam testimoninya di Kongres pada hari Selasa waktu USA. Testimoni ini mengindikasikan adanya jaminan akan kenaikan suku bunga di USA secara bertahap.

Jerome Powell juga menyinggung masalah sengketa dagang USA dan China, yang disebutnya sulit diprediksi implikasinya tersebut terhadap perekonomian.

Indeks Dow Jones dan S&P 500 menguat, Rabu, menyusul laporan keuangan sebagian besar emiten cukup positif, melebihi kecemasan yang meningkat seputar perang perdagangan.

Dow Jones Industrial Average vertambah 0,32 persen atau 79,40 poin.

Sementara itu, indeks S&P 500 naik 0,22 persen atau 6,07 poin menjadi 2.815,62, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq turun tipis 0,67 poin (0,01 persen) menjadi 7.854,44 setelah ditutup dengan rekor baru pada perdagangan Selasa. (JS)