IHSG Melemah, Saham Mana yang Layak Dikoleksi?

IHSG Melemah, Saham Mana yang Layak Dikoleksi?
IHSG

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 5,01 persen setelah sempat tekena trading halt pada perdagangan Kamis (10/9).

Penurunan IHSG ini terjadi sehari setelah pengumuman pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid kedua oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Hari ini IHSG pun kembali dibuka dalam posisi melemah. Sejak awal tahun, IHSG sudah merosot 21,35 persen. Sedangkan dalam sepekan terakhir, IHSG sudah tergerus 5,45 persen.

Dalam kondisi IHSG yang melemah ini, investor justru didorong untuk mulai mengoleksi saham, mumpung harganya masih ‘diskon’. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara pun menyarankan investor bisa membeli saham dari sektor perbankan dan makanan minuman.

“Bank buku 3 dan 4, makanan minuman. Saham di dua sektor itu layak dibeli,” ungkap Bhima kepada kumparan, Jumat (11/9).

Sebab menurutnya, saham perbankan dengan modal besar cenderung diminati para deposan kakap di atas 5 miliar. Ketika PSBB diperketat maka perilaku cari aman akan bergeser dari bank kecil ke bank yang lebih besar.

Sedangkan sektor makanan minuman tetap akan dibutuhkan di tengah situasi resesi. “Masyarakat akan beli basic product terutama makanan instan yang bisa disimpan lama,” ujarnya.

Sementara itu Head of Research MNC Sekuritas Edwin Sebayang menyarankan investor untuk mengoleksi saham dari sektor yang tidak terdampak pemberlakukan PSBB. “Seperti sektor Bank, Retail FMCG, Coal, Rokok, dan Konsumer,” ujar Edwin.

Selain itu, konsumen juga bisa mencermati emiten-emiten yang tergabung pada IDX30. Menurut Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji emiten-emiten tersebut rata-rata miliki kinerja fundamental yang bagus. “Atau kalau mau lebih umum lagi LQ45,” ujarnya.

Senada Direktur Riset Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah juga menyarankan agar investor membeli saham-saham yang masuk kategori blue chip. 
“Menurut saya saham-saham blue chips yang punya fundamental yang kuat, yang harganya sudah turun tajam sudah bisa dikoleksi secara selektif,” tandasnya.

Seperi diketahui kemarin Kamis (10/9) pada pukul 10.36 WIB IHSG turun tajam sebesar 5 persen pada level 4.892,87 atau turun 257,49 poin. BEI kemudian secara resmi mengumumkan trading halt atau pembekuan sementara perdagangan. Terakhir, BEI melakukan trading halt pada Maret 2020 lalu.

"Dengan ini kami menginformasikan bahwa pada hari ini, Kamis, 10 September 2020 telah terjadi pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada sistem perdagangan di BEI," kata Sekretaris perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Yulianto Aji Sadono melalui siaran resmi, Kamis (10/9).

Trading halt dilakukan akibat penurunan IHSG mencapai 5 persen. Hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.