IHSG Melemah 15,03 Poin, Saham Perbankan jadi Sasaran Jual Investor

IHSG Melemah 15,03 Poin, Saham Perbankan jadi Sasaran Jual Investor

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (12/11/2020) dibuka melemah 15,03 poin atau 0,27 persen ke posisi 5.494,49.

Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,85 poin atau 0,44 persen ke posisi 876,17.

Pada menit awal perdagangan, IHSG dibuka pada level 5.481,55 atau turun 0,51 persen dibandingkan penutupan pada Rabu (11/11/2020) kemarin.

IHSG terus melanjutkan pelemahannya beberapa menit ke depan dan terpantau berada di posisi 5.480,67 atau turun 0,5 persen.

Terdapat 119 saham menguat, 90 melemah dan 186 stagnan dengan kapitalisasi pasar Rp6.393,27 triliun.

Saham sektor perbankan berbalik menjadi sasaran jual investor asing pada pagi ini. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan net foreign sell terbesar sejauh ini senilai Rp15 miliar. Menyusul di belakangnya adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai jual bersih Rp8,1 miliar

Selanjutnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan net foreign sell masing-masing senilai Rp5,9 miliar dan Rp1,7 miliar.

Sementara itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi saham yang paling banyak dibeli investor asing. BMRI mencatatkan net foreign buy sebanyak Rp4,2 miliar hingga pukul 09.06 WIB.

Sebelumnya, tren penguatan indeks harga saham gabungan diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan hari ini, Kamis (12/11/2020).

Pada akhir perdagangan Rabu (11/11/2020), IHSG terpantau parkir di level 5.509,51 setelah menguat 0,86 persen atau 46,77 poin. Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang 5.471,59 - 5.520,91.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan bahwa berdasarkan rasio fibonacci, level support maupun resistance indeks harga saham gabungan (IHSG) berada di kisaran 5.490,81 hingga 5.612,41

Seementara itu, berdasarkan indikator, MACD, stochastic maupun RSI masih menunjukkan sinyal positif, meskipun stochastic maupun RSI dapat berpotensi terjadi jenuh beli.

“Di sisi lain, terlihat beberapa pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat,” ujar Nafan seperti dikutip dari publikasi riset harian, Kamis (12/10/2020). (Jo)