Saham

IHSG Melaju Kencang ke Zona Hijau

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju kencang ke zona hijau pada akhir perdagangan hari Senin (20/8/2018). IHSG menguat +1,87 persen (+108 poin) ke level 5.892.

Sektor aneka industri (misc-ind) dan industri dasar (basic-ind) menjadi penopang utama laju IHSG . Kedua sektor tersebut melaju masing-masing +3,56 persen dan +2,69 persen.

Sebagian indeks saham Asia menguat pada perdagangan hari Senin (20/8). Pergerakan pasar saham Asia merespon kabar yang berkembang sejak akhir pekan lalu bahwa USA dan China akan kembali ke meja perundingan guna membahas sengketa dagang.

Indeks Nikkei 225 di bursa Jepang turun 71,38 poin. Begitu pula dengan Indeks Topix melemah 5,38 poin.
Di bursa Korsel, Indeks Kospi flat. Sedangkan Indeks Hang Seng (Hong Kong) bergerak menguat. Sementara pasar saham China bergerak ke teritori positif. Indeks Shenzhen menguat 0,602 persen.

Bursa Australia bergerak stagnan setelah Indeks S&P/ASX200 flat setelah sempat menghijau di menit-menit awal perdagangan. Sektor material naik 1,12 persen. Sektor finansial turun 0,52 persen.

Saham Wall Street berakhir di jalur hijau, Senin, menjelang perundingan perdagangan Amerika-China yang mengangkat harapan untuk dicapai kesepakatan setelah berbulan-bulan pengumuman tarif, termasuk yang akan terjadi pekan ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 89,37 poin atau 0,35 persen menjadi 25.758,69, indeks S&P 500 bertambah 0,24 persen atau 6,92 poin menjadi 2.857,05, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq naik 4,68 poin (0,06 persen) menjadi 7.821,01.

Investor berharap ada kemajuan ketika perwakilan perdagangan dari Beijing dan Washington melanjutkan perundingan akhir pekan ini.

Perundingan itu terjadi ketika pemerintahan Presiden Donald Trump terus mendorong pada tarif tambahan, termasuk pungutan baru terhadap barang-barang China senilai USD16 miliar yang diperkirakan berlaku mulai Kamis.

Sejumlah pihak yang skeptis mencatat bahwa negosiasi itu hanya antara pejabat tingkat menengah, tetapi perundingan tersebut dipandang sebagai lebih baik untuk mencegah retorika kemarahan di kedua sisi.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close