IHSG Hari ini Diprediksi Menguat, Saham-saham ini Patut Dipertimbangkan

IHSG Hari ini Diprediksi Menguat, Saham-saham ini Patut Dipertimbangkan
IHSG

JAKARTA, SENAYANPOST.com -  Indeks Harga Saham Gabungan alias IHSG hari ini (15/10) diperkirakan melanjutkan tren bullish. IHSG berhasil ditutup menguat 0,85% di level 5.176,10 pada Rabu, 14 Oktober 2020. 

Nafan Aji Analis Binaartha Sekuritas menjelaskan, pergerakan IHSG hari ini berdasarkan indikator MACD, stochastic dan RSI telah menunjukkan sinyal positif. Di sisi lain, terlihat beberapa pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG hari ini. Sehingga IHSG hari ini berpeluang menuju ke resistance untuk kedepannya.

Menurut Nafan Aji, pergerakan IHSG hari ini berdasarkan fibonacci retracement akan bergerak di support maupun resistance berada pada 5.097,14 hingga 5.233,17. 

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut: 

1. Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST). Pergerakan harga saham BEST telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. Akumulasi beli saham BEST pada area Rp 170 – Rp 174, dengan target harga secara bertahap di level Rp 179, Rp 190, Rp 198 dan Rp 234. Support ada di Rp 163. Harga saham BEST di Rp 174. (RoE: -1.69%; PER: -22.29x; EPS: -7.76; PBV: 0.38x; Beta: 1.98). 

2. Medikaloka Hermina (HEAL). Pergerakan harga HEAL masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Akumulasi beli saham HEAL pada area level Rp 3.170 – Rp 3.250, dengan target harga secara bertahap di level Rp 3.290, Rp 3.480 dan Rp 3.670. Support ada di Rp 3.140. Saham HEAL ditutup di Rp 3.250. (RoE: 7.08%; PER: 46.33x; EPS: 69.33; PBV: 3.25x; Beta: N/A). 

3. Indah Kiat Pulp and Paper (INKP). Pergerakan harga INKP masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Akumulasi beli saham INKP pada area level Rp 8.625 – Rp 8.775, dengan target harga secara bertahap di level Rp 8.900, Rp 9.500 dan Rp 10.275. Support ada di Rp 8.450. Saham INKP ditutup di Rp 8.775. (RoE: 9.44%; PER: 8.30x; EPS: 1056.92; PBV: 0.78x; Beta: 2.08). 

4. J Resources Asia Pasifik (PSAB). Pergerakan harga PSAB masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish dragonfly doji candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Akumulasi beli saham PSAB pada area level Rp 214 - Rp 224, dengan target harga secara bertahap di level Rp 228, Rp 280, Rp 334 dan Rp 388. Support ada di Rp 214. Saham PSAB ditutup di Rp 224. (RoE: -1.90%; PER: -63.28x; EPS: -3.54; PBV: 1.20x; Beta: 1.65). 

5. Tjiwi Kimia (TKIM). Pergerakan harga TKIM masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Akumulasi beli saham TKIM pada area level Rp 6.125 - Rp 6.350, dengan target harga secara bertahap di level Rp 6.525 dan Rp 7.425. Support ada di Rp 6.025. Saham TKIM ditutup di Rp 6.350. (RoE: 11.81%; PER: 7.53x; EPS: 826.78; PBV: 0.89x; Beta: 2.02).