EkonomiTak Berkategori

IHSG di Zona Merah di Level 5.905

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Jakarta, 17 Juli 2018 – Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) di zona merah sepanjang sesi pada perdagangan hari Senin (16/7/2018). IHSG akhir ditutup melemah -0,65 persen (-39 poin) ke level 5.905.

Sektor aneka industri dan infrastruktur paling menekan laju IHSG . Kedua sektor tersebut melemah masing-masing -1,36 persen dan -1,47 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) menginformasikan neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2018 mengalami surplus sebesar USD1,74 miliar. Meskipun demikian secara kumulatif dari Januari hingga Juni tahun neraca perdagangan tercatat masih defisit sebesar USD1,02 miliar.

Market saham Asia bergerak melemah pada perdagangan sesi sore hari Senin (16/7/2018). Pelemahan ini seiring sikap para pemodal yang mencermati sekumpulan rilis data indikator makro ekonomi China, mengabaikan sentimen positif penguatan yang terjadi di bursa saham Wall Street.

Koreksi turun saham-saham material dan properti menekan Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong. Pelemahan saham sektor tersebut mengimbangi penguatan yang terjadi pada saham-saham utiliti. (pukul 3.02 pm) Market saham China melemah seiring investor merespon rilis data perekonomian China di antaranya pertumbuhan GDP kuartal kedua yang sebesar 6,7 persen atau sesuai dengan ekspektasi. GDP tersebut lebih rendah dari periode kuartal sebesarnya yang sebesar 6,8 persen. Indeks Shenzhen turun tipis 0,1 persen. Sedangkan indeks utama, Shanghai tertekan cukup signifikan.

Tekanan juga terjadi di pasar saham Korsel. Indeks Kospi melemah 0,39 persen. Penurunan saham-saham bank di bursa Korsel membebani Indeks. Namun saham otomotif berhasil menguat seperti harga saham Hyundai Motor yang naik 2,86 persen. Sementara Indeks S&P/ASX 200 di bursa saham Australia turun 0,43 persen seiring pelemahan yang terjadi pada saham health care. Sektor tersebut di antara yang turun paling buruk.
Bursa saham Jepang libur. Indeks acuan bursa Asia Pacific, MSCI Asia Pacific (tidak termasuk bursa Jepang) turun 0,41 persen.

Walaupun koreksi yang terjadi di pasar saham Asia tipis pada perdagangan hari Senin, kegelisahan terhadap perang dagang yang berlarut-larut, tetapi market saham Asia perkirakan ke arah penguatan pada kuartal-kuartal mendatang.

Bursa ekuitas Wall Street berakhir sebagian besar lebih rendah, Senin, dengan saham terkait minyak bumi tergelincir karena kejatuhan harga minyak, meski sektor perbankan menikmati kenaikan besar setelah laporan laba yang solid.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,18 persen atau 44,95 poin menjadi 25.064,36.

Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 0,1 persen atau 2,88 poin menjadi 2.798,43, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq turun 0,26 persen atau 20,26 poin menjadi 7.805,72.

Investor bersiap-siap menghadapi pekan yang berat dengan dirilisnya laporan keuangan perusahaan dan berita ekonomi, termasuk dua hari kesaksian Kepala Federal Reserve Jerome Powell, yang dimulai Selasa.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close