Lintas Daerah

Idul Adha, Keraton Yogyakarta Gelar Upacara Garebeg Besar

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Bertepatan dengan tanggal 10 Besar 1951 (Jawa) atau Idul Adha, Keraton Yogyakarta menggelar upacara Garebeg Besar yang ditandai dengan keluarnya tujuh gunungan atau hajad dalem pareden yang dibawa dari Bangsal Sri Manganti menuju Masjid Gedhe Keraton Yogayakarta, serta Kepatihan Danurejan dan Puro Pakualaman.

Keluarnya hajad dalem pareden ini, diiringi para Abdi Dalem yang berpangkat Riyo Bupati Anom dan yang lebih tinggi serta mendapat penghormatan tiga kali tembakan kehormatan (salvo) atau yang dalam Bahasa Jawa disebut drel.

Rayi Dalem (Adik) Sultan HB X, Gusti Bendara Pangeran Haryo (GBPH) Yudhaningrat mengatakan gunungan atau pareden berupa hasil bumi yang dibagikan kepada masyarakat merupakan simbol sedekah raja kepada rakyatnya sekaligus wujud rasa syukur raja Sultan HB X terhadap Allah SWT.

Tradisi membagikan gunungan tersebut, kata dia, sudah dimulai sejak Islam masuk wilayah Jawa, khususnya di Keraton Demak Bintara.

“Kami berharap dengan gerebeg ini Yogyakarta bisa semakin tenteram, damai, dan sejahtera,” kata Yudhaningrat.

Sriyanti, warga Temanggung, Jawa Tengah yang ikut berebut gunungan mengaku lega bisa mendapatkan satu tusuk ketan warna-warni. Menurut dia, ketan tersebut akan dipasang di atas pintu rumah yang dipercayai dapat mendatangkan berkah.

“Katanya bisa mendatangkan keberkahan dan ketenteraman keluarga,” kata Sriyanti yang datang bersama keluarga.

Bukan hanya warga Yogyakarta, wisatawan mancanegara juga tertarik berebut gunungan. Maryam Perez, warga Maroko bersama suaminya Hamzah mengaku tetarik berebut gunungan meski tidak tahu maksud dari ritual tersebut.

“Saya Muslim dan saya ingin tahu bagimana perayaan Idul Adha di Indonesia. Ini sangat menarik, meski saya tidak tahu maksudnya,” kata Maryam. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close