Internasional

Idul Adha, Afghanistan Serukan Gencatan Senjata dengan Taliban

KABUL, SENAYANPOST.com – Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, mengumumkan untuk kembali menggelar gencatan senjata dengan gerilyawan Taliban mulai hari ini, Senin (20/8), untuk menandai libur Idul Adha.

Pengumuman ini dilakukan di tengah pertempuran sengit terjadi selama beberapa hari terakhir di pusat kota Ghazni.

“Gencatan senjata bersyarat akan dimulai besok dan akan terus berlanjut selama Taliban menjaga dan menghormatinya,” katanya dalam upacara Hari Kemerdekaan Afghanistan di Kabul.

“Kami menyerukan kepada pimpinan Taliban untuk menyambut keinginan warga Afghanistan untuk perdamaian yang bertahan lama dan nyata,” imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (19/8/).

Seorang pejabat senior di kantor Ghani mengatakan gencatan senjata “bersyarat” akan berlangsung selama tiga bulan.

Pengumuman presiden disambut positif Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, yang mengatakan, lewat akun media sosialnya, mendorong Taliban untuk menunjukkan kepedulian mereka terhadap warga Afghanistan dengan menghormati tawaran gencatan senjata tersebut.

Taliban belum memberikan tanggapan atas seruan gencatan senjata yang ditawarkan pemerintah Afghanistan. Tetapi dalam pesan yang dikeluarkan pemimpinnya pekan lalu untuk menandai perayaan Hari Raya Idul Adha, kelompok itu terus mendorong pembicaraan langsung dengan AS.

Washington telah berulang kali menolak desakan itu dengan mengatakan perundingan harus dipimpin oleh Afghanistan.

Namun AS mengindikasikan perubahan dalam kebijakan jangka panjangnya pada Juni lalu, setelah Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengklaim, Amerika Serikat siap mendukung, memfasilitasi, dan berpartisipasi dalam pembicaraan.

Sebelumnya dikabarkan perwakilan Taliban telah bertemu dengan pejabat AS untuk melakukan pembicaraan di Qatar, tetapi sedikit yang diketahui tentang pertemuan tersebut.

Gencatan senjata selama tiga hari sempat diberlakukan pada Juni lalu, yang pertama sejak 2001 dan telah memunculkan harapan untuk kemungkinan perundingan perdamaian di negara itu untuk mengakhiri perang hampir 17 tahun.

Namun kekerasan telah meningkat dalam beberapa minggu sejak pembicaraan tentang gencatan senjata baru berlanjut.

Bulan ini, Taliban melakukan pertempuran sengit dengan pasukan Afghanistan untuk mengendalikan kota penting Ghazni yang strategis.

Setidaknya 150 tentara dan 95 warga sipil tewas dalam pengepungan selama lima hari. Pengepungan baru berkurang pekan lalu ketika tentara Afghanistan yang didukung pasukan AS mengusir kembali pemberontak bersenjata berat.

Taliban mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menguasai lebih dari setengah Afghanistan.

Ledakan, serangan bunuh diri dan bentrokan antara militan garis keras Islam dan pasukan Afghanistan menewaskan lebih dari 1.600 warga sipil dalam enam bulan pertama tahun ini, jumlah tertinggi dalam dekade terakhir, PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.

Pengumuman gencatan senjata Ghani terbatas pada Taliban dan mengecualikan kelompok militan lain seperti Negara Islam (ISIS). (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close