Nasional

IDI: Rapid Test Corona Mubazir Kalau Anggota DPR Sehat

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Seluruh anggota DPR segera menjalani rapid test secara massal untuk mendeteksi virus corona. Tak hanya 575 anggota DPR, keluarga mereka juga rencananya ikut dites.

Merespons hal itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M Faqih, mengatakan tidak seluruh masyarakat harus melakukan tes corona.

“(Yang dites) yaitu orang yang sudah menunjukkan gejala sakit. Atau orang tanpa gejala tapi ada riwayat pernah kontak dengan pasien yang positif atau diduga COVID-19,” kata Daeng saat dihubungi, Selasa (24/3)

Menurut Daeng, jika anggota DPR tak memiliki gejala dan sehat, pelaksanaan rapid test akan sia-sia.

“Kalau sehat-sehat saja tidak ada gejala dan tidak ada riwayat kontak, maka rapid tes tidak ada indikasi. Indikasi medis penting agar rapid tes tepat sasaran dan tidak mubazir,” jelasnya.

Daeng menilai masyarakat yang berstatus Orang dalam Pemantauan (ODP) lebih prioritas dites corona ketimbang anggota DPR yang sehat.

“Masyarakat (prioritas) atau siapa pun yang sudah ada indikasi medis,” tandas Daeng.

Sebelumnya, Sekjen DPR, Indra Iskandar, mengatakan sekitar 2.000 orang akan melaksanakan tes massal corona dengan rincian 575 anggota DPR beserta keluarganya.

“Kan jumlah anggota dewan 575, kalau kali 4 saja (keluarga) rata-rata sekitar di atas 2 ribu keseluruhan dengan pembantu dan driver barang kali. Kami baru menunggu alatnya, besok baru sampai di DPR. Jadi kami perkirakan rapid test anggota DPR akan dilakukan sekitar Kamis atau mulai Jumat ini,” kata Indra saat dihubungi, Senin (23/3).

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close