Hukum

ICW Sebut KPK Baru Usut 10% Penerima Dana Korupsi E-KTP

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Indonesian Corruption Watch (ICW) menyebut sejauh ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru mengusut sebagian kecil saja penerima aliran dana korupsi e-KTP. Sebab, saat ini baru ada delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini,‎padahal dalam dakwaan dua mantan pejabat Kemdagri, Irman dan Sugiharto, ada setidaknya 72 nama yang disebut menerima aliran uang tersebut.

“Baru 10% total pihak penerima dana e-KTP [yang diusut]. Yang menarik itu adalah ada nama baru yang muncul, Puan (Maharani) dan Pramono (Anung),” ‎ujar Koordinator Divisi Monitoring dan Peradilan ICW, Emerson Yuntho di Jakarta, Sabtu (24/3/2018).

Emerson pun meminta agar KPK segera bergerak mengusut keterlibatan pihak lain penerima uang panas e-KTP. ‎

“Karena dalam konteks korupsi enggak pernah kenal partai oposisi pendukung pemerintah, semua korupsi dapat rata,” katanya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan delapan orang tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP. Mereka adalah, Irman; Sugiharto; Andi Agustinus alias Andi Narogong; Markus Nari; Anang Sugiana Sudihardjo; Setya Novanto; Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung.

Dalam kasus ini, dua mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto serta pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong sudah divonis terbukti bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Sementara, mantan Ketua DPR Setya Novanto ‎masih dalam proses persidangan.

Adapun Anang Sugiana Sudihardjo Markus Nari, Irvanto Hendra Pambudi, dan Made Oka Masagung masih dalam proses penyidikan di KPK. Kedelapan orang itu diduga secara bersama-sama melakukan perbuatan tindak pidana korupsi proyek e-KTP yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close