Politik

ICW Sayangkan Pertemuan Tim Hukum PDIP dan Dewas KPK

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai pertemuan Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Tim Hukum PDI Perjuangan (PDIP) guna membahas seputar kasus yang menjerat kader PDIP, Harun Masiku, merupakan sebuah langkah yang keliru.

Karena berpotensi terjadi benturan kepentingan di tengah polemik izin penggeledahan terhadap kantor PDIP tersebut. Sehingga akan menimbulkan berbagai prasangka terhadap dewan pengawas itu sendiri.

“Semestinya dewan pengawas menolak untuk bertemu,” kata Peneliti ICW, Donal Fariz, Minggu (19/1/2020).

Sebelumnya, pada Kamis (16/1), Tim Hukum PDIP menyambangi dewan pengawas KPK guna melaporkan pegawai lembaga anti korupsi terkait pekerjaan yang dilakukan pada pekan lalu di Gedung DPP PDIP, Jakarta Pusat.

Menurut Koordinator Tim Hukum PDIP, I Wayan Sudirta, tim KPK telah melanggar hukum lantaran ingin menggeledah kantor partai tersebut.

Ia menilai penindakan itu musti dibekali dengan surat izin dewan pengawas.

“Pertanyaannya betul enggak itu surat penggeledahan dalam bentuk izin dari dewan pengawas seperti yang dipersyaratkan dalam Undang-undang Nomor 19 tahun 2019,” kata Wayan di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jakarta, Kamis (16/1).

Ia menuding ada oknum KPK yang sengaja menyebarkan informasi bahwa Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan kader PDIP Harun Masiku berada di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Wayan menduga hal tersebut dibuat untuk menciptakan framing seolah-olah elite partai banteng terlibat dalam dugaan korupsi.

“Dua poin ini saja sudah membuktikan bahwa laporan kami, kami minta untuk betul-betul diproses. Kalau ada bersalah harus ditindak demi KPK, demi rakyat Indonesia yang ingin memberantas korupsi,” ucapnya.

Dalam pertemuan tersebut, dewan pengawas hanya diwakili oleh Albertina Ho selaku anggota. Albertina sendiri menyatakan akan menindaklanjuti aduan itu.

“Dewan pengawas menerima (laporan). Semua pengaduan diproses,” ujarnya saat dikonfirmasi. (Jo)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close