Ekonomi

Hunian Hotel Anjlok Tinggal 20 Persen Akibat Kerusuhan 22 Mei

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jakarta Krishnadi mengungkapkan kerusuhan pada aksi 22 Mei 2019 telah menurunkan tingkat keterisian (okupansi) hotel di kawasan Jalan Thamrin, yang menjadi salah satu pusat kerusuhan, hingga 20 persen.

Menurutnya, pada hari biasa, tingkat keterisian biasanya mencapai 60 persen-70 persen. Ketika memasuki Ramadan, tingkat keterisian turun menjadi ke bawah 50 persen.

“Tidak sampai 50 persen, sekitar 40 persen karena bulan puasa. Tetapi, dengan kejadian kemarin tinggal 20 persen,” kata Krishnadi, Jumat (24/5/2019).

Penurunan keterisian tersebut secara otomatis menimbulkan kerugian material kepada pengelola hotel. Karena selain mengurangi keterisian, kerusuhan 22 Mei kemarin katanya, juga berdampak pada tamu yang menginap.

Menurutnya, kerusuhan membuat tamu mempersingkat waktu dan membatalkan kunjungannya. Namun, ia mengaku belum menerima laporan detail mengenai kerugian materiil yang dialami pengelola hotel.

“Kebanyakan dari tamu domestik, ada dari luar negeri tapi jumlahnya sedikit,” katanya.

“Banyak juga yang tadinya mau buka puasa bersama perusahaan sebanyak 50 dan 20 orang lalu cancel (batal) karena kejadian tersebut,” paparnya.

Ia memprediksi penurunan akan berlangsung hingga akhir pekan ini. Menurutnya, tamu yang hendak berkunjung masih mengamati (wait and see) situasi keamanan di kawasan Jalan Thamrin. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close