Konsultasi Hukum

Hukum Pencurian dengan Pemberatan

Tim Konsultasi hukum Senayanpost, yang saya hormati,

Anak tetangga saya yang masih di bawah umur melakukan pencurian di sebuah toko pada malam hari dengan cara memanjat tembok dan membuka genteng serta merusak gembok pintu teralis, pencurian itu dilakukannya bersama oleh dua orang temannya yang berusia dewasa.

Bagaimana proses hukum yang harus mereka lalui, Apakah hukuman yang akan diterima ketiga pelaku pencurian tersebut sama?

Ibu Nely Bandar Jaya

Jawaban :
Terimakasih atas pertanyaannya, disini akan kami jelaskan bahwa menurut situasinya, pencurian tersebut termasuk dalam katagori pencurian dengan Pemberatan.Dalam KUHP Pasal 363, yang dimaksud dengan pencurian dengan pemberatan adalah pencurian biasa yang dalam pelaksanaannya disertai oleh keadaan tertentu yang memberatkan.
Keadaan tertentu yang dimaksud adalah salah satu dari keadaan:
1. Barang yang dicuri adalah hewan. Yang dimaksud ‘hewan’ di sini adalah binatangmemamah biak (sapi, kerbau, kambing), berkuku satu (kuda, keledai), dan babi. Pencurian terhadap hewan-hewan tersebut dianggap berat sebab hewan-hewan tersebut adalah harta penting bagi seorang petani.
2. Dilakukan pada waktu kebakaran, letusan, banjir, gempa bumi atau gempa laut, letusan gunng api, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan di masa perang. Pencurian yang dilakukan pada situasi demikian diancam dengan hukuman lebih berat, karena situasi tersebut adalah keadaan dimanan orang-orang sedang ribut, kacau, dan barang-barang dalam keadaan tidak terjaga. Dan orang yang melakukan kejahatan terhadap orang yang sedang mengalami musibah adalah orang yang berbudi rendah.
3. Dilakukan pada malam hari terhadap rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya
4. Dilakukan oleh 2 orang bersama-sama atau lebih
5. Dilakukan dengan cara membongkar, memecah atau memanjat ataudengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.

Berdasar pasal 363 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), orang yang melakukan pencurian dengan pemberatan (Curat) diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.Hal ini tak lain karena selain memenuhi unsur-unsur pencurian biasa dalam pasal 362 KUHP, juga disertai dengan hal yang memberatkan, yakni dilakukan dalam kondisi tertentu atau dengan cara tertentu.

Namun hukuman itu bisa menjadi lebih berat, yakni maksimal 9 tahun penjara, bila pencurian dilakukan pada malam hari terhadap sebuah rumah atau pekarangan yang tertutup yang ada rumahnya, serta:
– Dilakukan oleh 2 orang/lebih secara bersama-sama, atau
– Dilakukan dengan jalan membongkar, memecah atau memanjat atau dengan jalan memakai kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.

Pasal 55
(1) Dipidana sebagai pelaku tindak pidana:
1.mereka yang melakukan,yang menyuruh melakukan,dan yang turut serta melakukan perbuatan;
2.mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat,dengan kekerasan,ancaman atau penyesatan,atau dengan memberi kesempatan,sarana atau keterangan,sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan.
(2)Terhadap penganjur,hanya perbuatan yang sengaja dianjurkan sajalah yang diperhitungkan,beserta akibat-akibatnya.

Terkait dengan pertanyaan ibu bahwa proses hukum yang akan dilalui ketiga orang tersebut tidak sama, pelaku anak akan menjalani proses hukum terpisah dengan pelaku dewasa sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 20012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Dalam Undang-undang tersebut dijelaskan secara rinci tentang hak-hak anak yang bermasalah dengan hukum dan anak dalam proses peradilan pidana.

Dalam menangani perkara anak Pembimbing Kemasyarakatan, Penyidik, Penuntut Umum, Hakim, dan Advokat atau pemberi bantuan hukum lainnya wajib memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak dan mengusahakan suasana kekeluargaan tetap terpelihara. selama proses hukum/ memeriksa perkara anak,aparat penegak hukum tidak diperkenankan memakai toga atau atribut kedinasan.

Perihal ancaman hukuman terhadap anak, dalam Undang-undang diatur jika pelaku nya anak di bawah umur (kurang dari 18 Tahun) ancaman hukuman ½ (seperdua) dari ancaman hukuman orang dewasa.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

Eka Intan Putri,SH, MH/ Direktur LKBH INTAN

KOMENTAR
Tags
Show More
Close