Opini

HTI Ingin Disejajarkan dengan Gerombolan OPM

Penulis: Inas Nasrullah Zubir

Islamic Lawyer Forum Jakarta pada tanggal 16 Desember 2018 mengadakan FGD dengan tema yang sangat menggelitik, yakni “OPM MAKAR! KENAPA HTI YANG DIBUBARKAN?”

Seperti yang kita ketahui bahwa OPM atau Organisasi Papua Merdeka bukanlah organisasi yang direstui oleh Pemerintahan Indonesia karena memang secara resmi mereka tidak pernah mendaftarkan organisasinya dalam wilayah hukum di Indonesia, sehingga garis yang mereka tarik sangat jelas bahwa mereka tidak mengakui sebagai bagian dari Indonesia.

Oleh karena itu OPM sangat jelas adalah gerombolan yang bertujuan ingin memisahkan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan cara-cara kekerasan, dimana selama ini mereka mengacaukan keamanan bahkan melakukan pembunuhan-pembunuhan di tanah Papua, dimana semua kegiatan mereka adalah perbuatan makar dan kriminal!

Sedangkan Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI pernah terdaftar menjadi organisasi resmi di wilayah hukum Indonesia, kemudian dibubarkan karena terindikasi menginginkan dan melakukan gerakan untuk merubah konstirusi Indonesia dari UUD 45 ke sistem khilafaf, bahkan HTI juga menginginkan NKRI bubar!

Ada perbedaan antara OPM dan HTI, dimana OPM adalah gerombolan kriminal yang berbuat makar karena ingin memisahkan diri dari NKRI, sedangkan HTI adalah gerakan politik yang berupaya merubah UUD 45 dan membubarkan NKRI untuk kemudian dijadikan ke khalifahan.

OPM adalah mahluk yang sangat jelas wujudnya yakni gerakan separatis di Papua yang terus akan dibasmi oleh Pemerintahan Indonesia sedangkan HTI, apabila tidak segera dibubarkan oleh Pemerintah, maka akan menjadi embriyo gerakan separatis di Indonesia yang ingin memisahkan diri dari NKRI sebelum mereka mampu membubarkan NKRI, dan ini jauh lebih berbahaya dari OPM!

Judul tema FGD yang diselenggarakan oleh Islamic Lawyer Forum Indonesia, yakni “OPM MAKAR!, KENAPA HTI YANG DIBUBARKAN?” Dapat kita terjemahkan sebagai keputus asaan HTI yang begitu kuat ingin disamakan posisi-nya dengan gerombolan OPM yang menurut HTI lebih terhormat dan digdaya ketimbang organisasi-nya yang dibubarkan oleh Pemerintah Indonesia.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close