Internasional

Hormati Korban Demo yang Tewas, Umat Kristen Irak Tak Rayakan Natal

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Gereja Katolik Khaldea Irak mengumumkan bahwa komunitasnya tidak akan menggelar perayaan Hari Natal tahun ini.

Kepala Gereja Katolik Khaldea Irak, Patriark Louis Raphael Sako, menuturkan langkah itu dilakukan untuk menghormati ratusan orang yang tewas dan terluka dalam aksi protes anti-pemerintah yang terjadi sejak Oktober lalu.

Demonstrasi yang berlangsung rusuh mengguncang sejumlah wilayah di selatan Irak dan Ibu Kota Baghdad itu telah menewaskan hampir 430 orang dan melukai 20 ribu orang lainnya.

Meski unjuk rasa terkonsentrasi di wilayah-wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim Syiah, namun sebagian besar komunitas Kristen di Irak menyatakan tidak akan menggelar perayaan Natal secara publik sebagai bentuk solidaritas.

“Tidak akan ada pohon Natal yang dihiasi di gereja-gereja atau jalan-jalan, tidak ada perayaan dan tidak ada upacara perayaan di patriarkat,” kata Sako pada Selasa (3/11).

“Keputusan itu untuk menghormati orang yang meninggal dan terluka baik demonstran maupun pasukan keamanan, dan dalam solidaritas terhadap para keluarga korban,” paparnya menambahkan.

Berdasarkan data, saat ini ada 500 ribu penduduk Irak yang beragama Kristen. Sebagian besar tinggal di Baghdad atau utara Provinsi Nineveh.

Dilansir AFP, jumlah itu merosot akibat perang berkepanjangan di Irak Sebab, pada 2003 lalu, ada 1,5 juta warga Irak yang beragama Kristen.

Selain umat Kristen, sejumlah komunitas non-Muslim lainnya di Irak juga menyerukan aksi solidaritas. Ratusan pelajar di wilayah multi-etnis Kirkuk menggelar pawai untuk menunjukkan aksi solidaritas.

Sementara itu, komunitas Muslim Sunni di Mosul juga ikut turun ke jalan dan menggelar pawai pemakaman bagi mereka yang terluka. Mosul dan Provinsi Salahaddin bahkan mengumumkan tiga hari berkabung untuk menghormati para korban tewas dalam bentrokan demonstrasi.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close