Ekonomi

Hino Siap Gunakan Biodiesel 20

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Menyambut pemberlakuan biodiesel 20% (B20) Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) telah menyiapkan produknya untuk mampu mengikuti aturan tersebut.

Direktur Penjualan dan Promosi PT HMSI, Santiko Wardoyo,menjelaskan Hino sejak awal B20 dicanangkan oleh pemerintah, sudah siap untuk menggunakan B20.

“Untuk itu bagi customer setia Hino tidak perlu khawatir, karena Hino telah lulus uji dan siap menggunakan bahan bakar biodiesel 20% atau B20,” katanya di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, sejak tiga tahun lalu, Hino telah melakukan pengujian pada mesin dengan teknologi common rail dengan metode uji engine bench test.

Pengujian tersebut, katanya, dilakukan di Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP-BPPT) selama 400 jam dengan beban penuh pada putaran mesin maksimum yaitu 2.500 rpm selama 8 jam/ hari.

“Metode uji tersebut merupakan metode yang disarankan oleh prinsipal Hino di Jepang yaitu Hino Motors, Ltd. yang diklaim lebih memaksa mesin melakukan performa maksimal jika dibandingkan dengan road test atau kondisi pemakaian aktual di jalan,” jelasnya.

Hasilnya, kata Santiko Wardoyo, untuk mesin Hino tidak ada fenomena yang membahayakan pada pengujian tersebut, hanya ada penyumbatan filter bahan bakar yang diakibatkan oleh glicerol dan selulosa hasil blending bahan bakar kelapa sawit dan solar, namun dengan kontrol dan perawatan yang benar akan dapat mencegah atau diminimalisir penyumbatan filter tersebut dan hasilnya mesin Hino telah lulus uji menggunakan bahan bakar biodiesel B20.

Hasil pengujian terhadap mesin berteknologi common rail yang memperoleh hasil memuaskan tersebut, secara otomatis membuktikan bahwa penggunaan biodiesel B20 tidak akan berpengaruh terhadap mesin berteknologi mekanikal. Hasil pengujian tersebut juga sudah dilaporkan ke Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM sebagai salah satu bentuk komitmen Hino dalam mendukung kebijakan pemerintah.

“Kami juga menghimbau kepada pemerintah untuk menyempurnakan proses pencampuran solar dan FAME agar meminimalisir efek samping yang ditimbulkan bagi kendaraan,” jelasnya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close