Hindari Penyebaran Corona, Malaysia Larang Salam Kepal

Hindari Penyebaran Corona, Malaysia Larang Salam Kepal

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Sebagai pengganti jabat tangan tradisional, seluruh masyarakat dunia menggunakan salam kepal berusaha membatasi penyebaran wabah virus corona (Covid-19).

Namun rupanya salam kepal ini diklaim juga tak aman. Pihak berwenang Malaysia mengingatkan masyarakat untuk menghindari kontak fisik, termasuk salam kepal sebagai bentuk salam, karena jumlah kasus virus corona baru di negara itu naik ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Pejabat kesehatan tertinggi Malaysia mengatakan segala bentuk kontak fisik menghadirkan risiko infeksi dan mengingatkan orang untuk menjaga jarak setidaknya satu meter.

FILE - Atlanta police officer J. Coleman, left, and protester Elijah Raffington fist bump while officers kneel down with protesters in a symbolic gesture of solidarity outside the CNN Center, Wednesday, June 3, 2020, in Atlanta during a protest sparked by the May 25 death of George Floyd in Minneapolis police custody. Foto: Ilustrasi Salam Kepal 



"Inilah mengapa kami memberi tahu orang-orang untuk tidak melakukan pukulan tinju," kata Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah kepada wartawan, dikutip dari Reuters.

Salah satu negara Asia Tenggara itu mencatat peningkatan tiga digit dalam infeksi baru untuk pertama kalinya sejak awal Juni, dengan 100 kasus dilaporkan pada Selasa (8/9/2020).

Malaysia sejauh ini menghindari tingkat wabah seperti negara tetangga di Filipina dan Indonesia, yang masing-masing memiliki 241.987 dan 200.035 kasus. Sementara kasus kematian di Indonesia sebesar 8.230, menjadi yang tertinggi di kawasan itu.

Sementara Malaysia tercatat berada di urutan 93 di dunia, dengan melaporkan total 9.559 kasus positif, 128 kasus meninggal, dan 9.136 pasien berhasil sembuh.